Bojonegoro – Kebakaran hutan di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, nyaris menghanguskan bangunan sekolah pada Selasa (29/9/2026). Titik api bahkan sempat berada sekitar 10 meter dari gedung sekolah.
Kebakaran berlangsung ketika cuaca sedang terik dan angin bertiup kencang. Api kemudian dengan cepat merambat melalui tumpukan daun jati yang mengering di kawasan hutan yang berada tepat di belakang sekolah.
Kebakaran Berawal dari Pembakaran Sampah
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus, mengungkapkan kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga pada siang hari.
Pembakaran tersebut dilakukan di sekitar kawasan hutan dan diduga tidak mendapatkan pengawasan yang memadai. Api kemudian menjalar ke area yang dipenuhi daun serta dahan jati kering.
Kondisi lingkungan yang kering ditambah angin kencang membuat api semakin cepat membesar dan bergerak menuju kawasan sekolah.
Api Hanya Berjarak 10 Meter dari Sekolah
Situasi menjadi semakin berbahaya karena titik api berada sangat dekat dengan bangunan sekolah. Jaraknya diperkirakan hanya sekitar 10 meter dari gedung.
Kebakaran tersebut dilaporkan oleh salah seorang guru sekolah kepada petugas Damkarmat. Setelah menerima laporan, petugas dari Pos Padangan langsung dikerahkan menuju lokasi untuk mencegah api menjalar ke bangunan pendidikan.
Petugas kemudian membuat upaya penyekatan untuk memutus jalur penjalaran api. Langkah tersebut dilakukan agar kobaran tidak melompat dan menyambar fasilitas sekolah.
Delapan Petugas Dikerahkan
Sebanyak delapan personel Damkarmat diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas membawa dua unit fire truck dan satu unit truk water supply.
Tim pemadam berfokus pada pemutusan jalur api sekaligus melakukan pembasahan di sekitar area yang berpotensi menjadi jalur penjalaran.
Penanganan dilakukan secara intensif karena kobaran api terus bergerak akibat kondisi cuaca dan material kering yang mudah terbakar.
Api Berhasil Dipadamkan Setelah Sekitar Lima Jam
Petugas membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk memastikan api benar-benar berhasil dikendalikan.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum mencapai bangunan sekolah. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Bangunan dan fasilitas sekolah pun berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Pembakaran Sampah Jadi Pemicu Karhutla di Bojonegoro
Kasus di Kalitidu menjadi perhatian karena aktivitas pembakaran sampah merupakan salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kebakaran lahan di Bojonegoro.
Data BPBD Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa hingga September 2026 telah terjadi 63 kejadian kebakaran, dengan 30 di antaranya merupakan kebakaran lahan. BPBD menyebut aktivitas manusia, terutama pembakaran sampah, menjadi faktor dominan dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Data BPBD sebelumnya juga mencatat 24 kejadian kebakaran hutan dan lahan hingga Agustus 2026, dengan pembakaran sampah sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan api menjalar ke area sekitar.
Warga Diimbau Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan atau lahan kering dapat menimbulkan risiko kebakaran yang lebih luas.
BPBD Bojonegoro mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Jika pembakaran sampah dilakukan, masyarakat perlu memastikan api berada dalam pengawasan dan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi sumber api di kawasan yang memiliki banyak material kering.
Sekolah Berada di Area yang Perlu Diwaspadai
Keberadaan sekolah yang berdekatan dengan kawasan hutan atau lahan kering membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.
Peristiwa di Kalitidu menunjukkan bahwa kebakaran yang awalnya terjadi di lahan terbuka dapat dengan cepat mengancam fasilitas pendidikan apabila jaraknya berdekatan.
Karena itu, pencegahan kebakaran di sekitar lingkungan sekolah perlu melibatkan sekolah, warga, serta pemerintah daerah.
Pentingnya Kesiapsiagaan Kebakaran
Selain upaya pemadaman, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam melindungi fasilitas pendidikan dari ancaman kebakaran.
Laporan awal dari guru sekolah membantu petugas segera menuju lokasi. Respons cepat tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan sekolah.
Peristiwa ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara masyarakat dan petugas pemadam ketika terjadi kebakaran di sekitar fasilitas publik.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kebakaran hutan di Kalitidu akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai menghanguskan gedung sekolah. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kejadian tersebut menjadi peringatan mengenai risiko pembakaran sampah di tengah kondisi lahan yang kering. Pengawasan terhadap sumber api menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.








