Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara bertahap dan berkelanjutan bagi guru yang telah memenuhi syarat.
Belakangan ini, kisah perjuangan para guru di berbagai daerah kembali menjadi sorotan publik di media sosial. Salah satunya datang dari seorang guru di Nusa Tenggara Timur yang tetap menjalankan tugas mengajar meski menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses transportasi menuju sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Nunuk Suryani mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat perlindungan sekaligus kesejahteraan guru, termasuk mereka yang bertugas di wilayah 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Menurut Nunuk, pemerintah memahami masih banyak tantangan yang dihadapi guru di berbagai wilayah. Namun, Kemendikdasmen terus bekerja agar kesejahteraan guru semakin meningkat dari tahun ke tahun melalui berbagai kebijakan afirmatif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap mengabdi dengan penuh semangat di tengah berbagai keterbatasan. Dedikasi para guru dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan nasional.
Pemerintah saat ini terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah agar hak-hak guru dapat terpenuhi secara optimal, baik untuk guru ASN maupun non-ASN.
Pada tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan TPG bagi guru non-ASN sebesar Rp10,9 triliun kepada sekitar 396 ribu guru penerima. Sementara pada tahun 2026, anggaran tersebut kembali meningkat menjadi Rp11,5 triliun untuk sekitar 392 ribu guru.
Sedangkan untuk guru ASN, realisasi penyaluran TPG tahun 2025 mencapai Rp67,3 triliun yang diberikan kepada sekitar 1,48 juta guru di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp72,2 triliun untuk sekitar 1,68 juta guru ASN.
Salah satu penerima manfaat TPG adalah Yustina Yuniarti dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia mengaku tunjangan profesi yang diterimanya sejak Januari 2025 sangat membantu kebutuhan keluarga dan pendidikan adik-adiknya.
Menurut Yustina, bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu biaya kuliah saudara-saudaranya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Prabowo Subianto dan Abdul Mu’ti atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia.









