Depok, 3 Agustus 2026 — Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 menjadi ajang bagi siswa vokasi untuk menunjukkan keterampilan sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi.
Sekjen Kemendikdasmen Suharti menegaskan bahwa seluruh peserta mendapat kesempatan yang sama untuk berkompetisi dengan standar penilaian yang sama, tanpa membedakan asal daerah. Menurutnya, LKS juga menjadi kesempatan bagi siswa membangun jejaring yang dapat bermanfaat untuk karier maupun usaha di masa depan.
Partisipasi LKS 2026 meningkat lebih dari 27 persen, dari sekitar 7.000 peserta pada 2025 menjadi lebih dari 9.000 peserta tahun ini. Sebanyak 1.121 finalis dari 36 provinsi dan SILN mengikuti tingkat nasional.
Penyelenggaraan LKS 2026 turut melibatkan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Selain kompetisi dan ekshibisi AI, para siswa berprestasi juga memperoleh dukungan berupa beasiswa, apresiasi, dan pembinaan lanjutan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi tingkat regional maupun internasional.
Jawa Timur ditetapkan sebagai juara umum LKS Dikmen Nasional 2026 berdasarkan perolehan medali terbanyak.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, LKS diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan vokasi dan mencetak talenta Indonesia yang kompeten, adaptif, serta siap bersaing di dunia kerja dan tingkat internasional.









