Demak – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.
Dalam program revitalisasi yang berjalan, terdapat sekolah-sekolah di Demak yang mendapatkan dukungan perbaikan sarana pendidikan. Pemerintah Kabupaten Demak juga telah mengusulkan sejumlah lokasi untuk menjadi sasaran revitalisasi berikutnya.
89 Lokasi Revitalisasi Diusulkan Pemkab Demak
Pemerintah Kabupaten Demak sebelumnya mengajukan 89 titik program revitalisasi satuan pendidikan. Pengajuan tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah Demak.
Pemerintah daerah berharap dukungan revitalisasi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah yang memiliki fasilitas pendidikan yang layak dan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
110 Sekolah Telah Mendapat Revitalisasi
Data Kemendikdasmen mencatat sebanyak 110 satuan pendidikan di Demak telah mendapatkan revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp76 miliar.
Satuan pendidikan tersebut terdiri atas berbagai jenjang, yakni 4 PAUD, 73 SD, 16 SMP, 6 SMA, 7 SMK, 1 SLB, dan 3 PKBM. Data tersebut menunjukkan bahwa program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah dasar dan menengah, tetapi juga satuan pendidikan pada jenjang lainnya.
SD Negeri Wonorejo 2 Jadi Salah Satu Penerima
Salah satu sekolah yang memperoleh manfaat program tersebut adalah SD Negeri Wonorejo 2 Demak. Sekolah ini mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp2,23 miliar untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan.
Dana revitalisasi digunakan antara lain untuk rehabilitasi 12 ruang kelas, ruang administrasi, ruang teknologi informasi, ruang UKS, gedung perpustakaan, serta fasilitas toilet. Selain itu, terdapat pembangunan dua paket toilet baru.
Revitalisasi Diprioritaskan untuk Sekolah yang Membutuhkan
Secara nasional, program revitalisasi satuan pendidikan diarahkan untuk memperbaiki kondisi sekolah yang membutuhkan penanganan. Pada 2026, pemerintah memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat, berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta sekolah yang terdampak bencana.
Program tersebut dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, sehingga satuan pendidikan ikut terlibat dalam pelaksanaan perbaikan. Pemerintah menjelaskan bahwa mekanisme ini juga dapat membuka peluang keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan.
Target Revitalisasi Sekolah Terus Diperluas
Program revitalisasi terus diperluas secara nasional. Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal sebanyak 10.669 satuan pendidikan. Untuk 2026, sasaran awal program mencapai 71.744 satuan pendidikan.
Kemendikdasmen juga menyiapkan keberlanjutan program pada 2027. Pemerintah menargetkan perluasan revitalisasi hingga 100 ribu satuan pendidikan, dengan prioritas tetap diberikan kepada sekolah terdampak bencana, wilayah 3T, dan sekolah dengan kerusakan berat.
Mendorong Sekolah yang Aman dan Nyaman
Revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga memastikan satuan pendidikan memiliki lingkungan yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran. Kemendikdasmen menyebut program ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta pemerataan akses terhadap sarana pendidikan yang memadai.
Dengan adanya dukungan pemerintah pusat dan usulan dari pemerintah daerah, revitalisasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan. Untuk Demak, usulan lokasi revitalisasi menjadi bagian dari upaya daerah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap.








