Jakarta – Program Beasiswa PNM menjadi salah satu bentuk dukungan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terhadap pendidikan anak-anak nasabah PNM Mekaar. Program tersebut tidak hanya membantu meringankan kebutuhan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Salah satu kisah penerima beasiswa datang dari Wafa’ Shabrina Berlianti, putri Ismiatin Aningsih, seorang nasabah PNM Mekaar. Bagi keluarga tersebut, beasiswa menjadi bagian dari perjalanan panjang perjuangan ekonomi sang ibu sekaligus kesempatan bagi Wafa’ untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar berbagai prestasi.
Perjuangan Ibu Membangun Kembali Usaha
Ismiatin telah berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya selama puluhan tahun. Ia sebelumnya menjalankan usaha ayam broiler, tetapi usahanya mengalami berbagai kendala hingga akhirnya harus berhenti karena modal yang terkuras.
Titik balik terjadi pada 2024 ketika Ismiatin bergabung dengan program PNM Mekaar. Melalui pembiayaan dan pendampingan, ia kembali membangun usaha, kali ini dengan menjalankan bisnis katering.
Usaha tersebut dimulai dengan plafon pembiayaan sebesar Rp2 juta. Seiring perkembangan usaha, plafon pembiayaan yang diterima Ismiatin juga meningkat.
Wafa’ Tumbuh dari Pengalaman Sang Ibu
Perjuangan Ismiatin turut menjadi pembelajaran bagi Wafa’. Sang anak menyaksikan bagaimana ibunya berusaha bangkit dan menjalankan usaha meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu dorongan bagi Wafa’ untuk aktif dalam berbagai kegiatan. Ia pernah tampil dalam Drama Kolosal Tulungagung, meraih juara Palang Merah Remaja tingkat nasional, serta mengikuti sejumlah kegiatan organisasi.
Saat ini, Wafa’ juga berjuang di semifinal Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia dengan membawa nama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Beasiswa PNM Bantu Anak Nasabah Melanjutkan Pendidikan
PNM menjadikan pendidikan sebagai bagian dari pemberdayaan keluarga nasabah. Dukungan tersebut diarahkan agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh ibu sebagai pelaku usaha, tetapi juga oleh generasi berikutnya.
Pada 2026, PNM mengumumkan sebanyak 1.590 anak nasabah menerima PNM Scholarship. Penerima berasal dari anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM, dengan jenjang pendidikan mulai dari SD, SLB hingga perguruan tinggi.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PNM untuk memperluas manfaat pemberdayaan keluarga prasejahtera melalui dukungan pendidikan.
Pendidikan Tidak Berhenti pada Bantuan Biaya
Dukungan PNM kepada anak nasabah juga dikembangkan melalui kegiatan pengembangan diri. Pada September 2026, PNM menggelar Jambore Beasiswa PNM x Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026 di Magelang.
Kegiatan dengan tema “Future Changemakers, From Dream to Impact” tersebut menjadi ruang bagi penerima beasiswa untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, dan mengembangkan gagasan yang dapat memberikan dampak bagi lingkungan.
PNM menyebut pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu penerima beasiswa memiliki kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta pengalaman untuk menghadapi tantangan di masa depan.
PNM Dorong Pemberdayaan Lintas Generasi
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pemberdayaan nasabah tidak berhenti pada perkembangan usaha. Menurutnya, ketika seorang ibu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha, keluarga dan anak-anaknya juga diharapkan mendapatkan manfaat.
“Setiap usaha kecil yang kami dampingi menyimpan mimpi yang jauh lebih besar dari sekadar angka pembiayaan,” kata Kindaris.
Menurut PNM, dukungan pendidikan bagi anak nasabah menjadi bagian dari pemberdayaan lintas generasi. Dengan demikian, pembiayaan dan pendampingan usaha diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap keluarga.
Kisah Wafa’ Jadi Gambaran Dampak Program
Bagi keluarga Ismiatin, penerimaan beasiswa oleh Wafa’ menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Perjuangan sang ibu dalam membangun kembali usaha berjalan beriringan dengan kesempatan anaknya untuk mengembangkan pendidikan dan prestasi.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap keluarga prasejahtera tidak hanya berkaitan dengan modal usaha. Pendidikan anak juga menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi generasi berikutnya untuk berkembang.
Bagi PNM, beasiswa menjadi salah satu bentuk dukungan agar anak-anak nasabah memiliki kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.



