Seorang mahasiswa yang memutuskan drop out (DO) dari kuliah berhasil membangun startup berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan valuasi yang mencapai sekitar Rp179 triliun. Kisah tersebut menjadi perhatian karena perusahaan yang dibangunnya berkembang pesat di tengah persaingan industri AI global.
Startup tersebut tumbuh menjadi salah satu perusahaan teknologi yang diperhitungkan di bidang AI. Perkembangannya bahkan menarik perhatian Meta, perusahaan teknologi besar yang menaungi berbagai platform digital. Ketertarikan tersebut menunjukkan semakin besarnya persaingan untuk mendapatkan talenta dan teknologi AI yang memiliki potensi besar.
Kisah ini juga menjadi contoh bahwa perjalanan membangun perusahaan teknologi tidak selalu mengikuti jalur pendidikan konvensional. Keputusan untuk meninggalkan bangku kuliah kemudian dilanjutkan dengan fokus mengembangkan produk dan bisnis hingga menghasilkan perusahaan dengan nilai yang sangat besar.
Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak berarti pendidikan tinggi menjadi tidak penting. Kisah pendiri startup ini lebih menunjukkan bahwa kemampuan melihat peluang, membangun teknologi, dan mengembangkan bisnis dapat menjadi faktor penting dalam perjalanan seorang entrepreneur di industri teknologi.










