Tanah gambut dikenal sebagai lahan basah karena terbentuk dari timbunan bahan organik yang banyak mengandung air. Namun, ketika kondisi gambut mengalami kekeringan, lahan ini dapat menjadi sangat mudah terbakar.
Salah satu faktor utamanya adalah perubahan kondisi air di dalam lahan gambut. Ketika muka air turun dan gambut mengering, material organik yang sebelumnya basah dapat berubah menjadi bahan yang mudah terbakar.
Kebakaran gambut juga menjadi persoalan karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman lebih sulit dan memungkinkan api kembali menyala apabila bagian gambut yang terbakar belum benar-benar padam.
Karena itu, menjaga kelembapan dan tata kelola air di lahan gambut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran.



