Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sosok yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini menjadi sorotan publik karena rekam jejak panjangnya di bidang audit, pengawasan keuangan negara, dan investigasi.
Agustina Arumsari dikenal sebagai birokrat profesional yang mengawali pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Ia menyelesaikan program Diploma III pada 1992 dan Diploma IV pada 1998. Selain pendidikan formal, Agustina juga aktif mengembangkan kompetensi melalui berbagai sertifikasi profesional di bidang audit, akuntansi, dan investigasi keuangan.
Sepanjang kariernya, Agustina mengantongi sejumlah sertifikasi bergengsi, di antaranya Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Government Chief Audit Executive (CGCAE), dan Internal Audit Executive (CIAE). Berbagai sertifikasi tersebut menunjukkan kompetensinya dalam pengawasan keuangan, investigasi, dan tata kelola pemerintahan.
Karier Agustina sebagian besar dibangun di lingkungan BPKP. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat, Direktur Investigasi BUMN dan BUMD, Direktur Investigasi III, hingga dipercaya menjadi Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada tahun 2020. Pengalaman panjang tersebut mengantarkannya menjadi Wakil Kepala BPKP pada 2025.
Penunjukan Agustina sebagai Wakil Kepala BGN dinilai sejalan dengan kebutuhan penguatan tata kelola dan pengawasan dalam program-program strategis nasional, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Pengalamannya dalam bidang audit dan pengawasan keuangan diharapkan dapat mendukung transparansi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran di lembaga tersebut.
Sebagai pejabat yang telah lama berkecimpung dalam dunia pengawasan internal pemerintah, Agustina dikenal memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kasus investigasi dan penguatan sistem pengendalian. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program-program Badan Gizi Nasional yang kini menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Kehadiran Agustina Arumsari di jajaran pimpinan BGN diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program gizi nasional. Dengan latar belakang pendidikan akuntansi dan pengalaman panjang di bidang pengawasan, ia menjadi salah satu figur birokrat yang dipercaya untuk mendukung keberhasilan agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia.








