JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali menginjakkan kaki di kampus almamaternya, Universitas Indonesia (UI). Kali ini, ia hadir bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai penguji tesis mahasiswa Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI.
Mahasiswa yang diuji adalah Zelani Nurfalah, peserta MPKP angkatan 48B tahun 2024 yang berhasil lulus sebagai lulusan terbaik dengan predikat summa cum laude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Dalam unggahan di media sosial pribadinya, Sri Mulyani mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian Zelani yang saat ini juga bekerja sebagai pegawai di Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Tesis yang dipresentasikan Zelani berjudul “Trade Liberalization and Informality: Evidence from Tariff-Based Regional Exposure in Indonesia”. Penelitian tersebut dibimbing oleh Dr. Rus’an Nasrudin, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI, serta turut diuji oleh Dr. Muhammad Hanri, Ketua Program Studi MPKP FEB UI.
Sri Mulyani memberikan apresiasi atas kualitas presentasi yang disampaikan Zelani selama sidang tesis. Menurutnya, mahasiswa tersebut mampu memaparkan hasil penelitiannya dengan penuh percaya diri, argumentasi yang kuat, serta didukung penguasaan teori, data, dan konteks yang baik.
Ia menilai kemampuan tersebut mencerminkan kualitas lulusan yang diharapkan dari program magister kebijakan publik, yakni mampu menghasilkan analisis berbasis bukti untuk mendukung pengambilan keputusan.
Selain menjadi penguji tesis, Sri Mulyani juga mengenang sejarah berdirinya Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) yang turut ia gagas sekitar 30 tahun lalu, tepatnya pada 1996.
Saat itu, Sri Mulyani masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang kini dikenal sebagai LPEM FEB UI.
Ia menjelaskan bahwa MPKP didirikan dengan tujuan mencetak para pembuat kebijakan publik yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menyusun kebijakan berdasarkan data, analisis ilmiah, serta pertimbangan yang matang.
Menurut Sri Mulyani, kebutuhan akan pengambil kebijakan yang berbasis bukti semakin penting di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia.
Di akhir pesannya, Sri Mulyani menyampaikan ucapan selamat kepada Zelani atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan magister dengan prestasi terbaik. Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Zelani serta berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Kehadiran Sri Mulyani sebagai penguji tesis sekaligus menjadi simbol kuatnya hubungan antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul serta mampu menghasilkan kebijakan publik yang berkualitas.










