Jakarta — Tes kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi sekolah kedinasan 2026. Setiap sekolah kedinasan memiliki ketentuan berbeda mengenai jenis tes fisik yang harus diikuti calon peserta.
Karena itu, selain mempersiapkan materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), calon peserta juga perlu mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh-jauh hari.
Berikut jenis tes kesehatan dan kebugaran yang perlu diketahui calon peserta di sejumlah sekolah kedinasan.
1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Dalam informasi penerimaan praja 2026, IPDN belum mencantumkan secara rinci bentuk tes kesamaptaan yang akan diberikan. Namun, pelaksanaan tahun sebelumnya dapat menjadi gambaran persiapan.
Tes Kesamaptaan Jasmani A
- Lari selama 12 menit untuk mengukur jarak yang mampu ditempuh peserta.
Tes Kesamaptaan Jasmani B
- Pull up untuk peserta laki-laki atau chinning untuk perempuan selama 1 menit.
- Sit up selama 1 menit.
- Push up selama 1 menit.
- Shuttle run sebanyak 6 putaran dengan jarak 10 meter yang membentuk pola angka delapan.
2. Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan
Tes kebugaran di lingkungan Kementerian Perhubungan mencakup beberapa aspek.
Tes Fungsi Aerobik
- Bleep test, yaitu lari bolak-balik sejauh 20 meter dengan kecepatan yang meningkat sesuai tanda suara.
Tes Fungsi Muskuloskeletal
- Push up standar untuk laki-laki selama 1 menit.
- Push up modifikasi untuk perempuan selama 1 menit.
- Curl up selama 4 menit 45 detik.
Tes Mobilitas dan Keseimbangan
- V-sit & reach untuk mengukur fleksibilitas otot punggung bawah dan hamstring.
- Tes keseimbangan dengan berjalan di sepanjang balok.
3. Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)
Tes kesamaptaan Poltekpin terdiri dari:
- Lari selama 12 menit.
- Pull up selama 1 menit.
- Push up selama 1 menit.
- Sit up selama 1 menit.
- Shuttle run sebanyak 6 × 10 meter.
4. Politeknik Statistika STIS
Tes kesehatan di Politeknik Statistika STIS mencakup pemeriksaan:
- Tinggi badan.
- Berat badan.
- Tekanan darah.
- Pemeriksaan kesehatan lain sesuai ketentuan panitia.
Sementara tes kebugarannya meliputi lari mengelilingi lintasan dan shuttle run.
5. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
Tes kebugaran jasmani STIN terdiri dari dua bagian.
Tes Kesegaran Jasmani A
- Lari selama 12 menit.
Tes Kesegaran Jasmani B
- Pull up.
- Sit up.
- Push up.
- Shuttle run.
Tes kebugaran memiliki bobot 5% dalam penilaian. Peserta dengan nilai 40 atau kurang dapat dinyatakan gugur dalam penentuan hasil akhir seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
Tes kebugaran Poltek SSN meliputi:
- Lari 12 menit.
- Pull up atau chinning selama 1 menit.
- Sit up selama 1 menit.
- Push up selama 1 menit.
7. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
Tes kebugaran STMKG menggunakan Cooper Test.
Peserta diminta berlari atau berjalan secepat mungkin dengan jarak 2,4 kilometer. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak tersebut kemudian menjadi bagian dari penilaian.
8. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas)
Poltekimipas menetapkan tes kesamaptaan yang mencakup beberapa kemampuan fisik, yaitu:
- Daya tahan.
- Kekuatan.
- Kecepatan.
- Kelincahan.
- Keseimbangan.
Persiapkan Fisik Sebelum Seleksi
Jenis tes fisik sekolah kedinasan cukup beragam. Sebagian besar menguji kemampuan lari, kekuatan otot, daya tahan, kelincahan, fleksibilitas, dan keseimbangan.
Calon peserta sebaiknya tidak menunggu sampai jadwal tes diumumkan untuk mulai berlatih. Latihan secara bertahap dan teratur dapat membantu tubuh beradaptasi sekaligus mengurangi risiko cedera.
Selain latihan fisik, calon peserta juga perlu memperhatikan istirahat, asupan makanan, dan kondisi kesehatan agar dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan optimal.
Catatan: Ketentuan dan bentuk tes dapat berubah sesuai pengumuman resmi masing-masing sekolah kedinasan. Calon peserta sebaiknya selalu mengecek informasi terbaru dari panitia seleksi sebelum mengikuti tes.









