Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan rumah modular interlock tahan gempa yang dirancang untuk menjadi hunian aman dan tangguh di wilayah rawan bencana.
Teknologi rumah modular tersebut memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lebih cepat dibangun, terjangkau, dan dirancang khusus untuk menghadapi risiko gempa.
Tiga prototipe rumah modular yang dibangun di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan tetap berdiri setelah wilayah tersebut diguncang gempa berkekuatan M7,7.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana hasil riset dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan hunian yang lebih aman bagi warga di kawasan rawan bencana.
Melalui pengembangan rumah modular interlock, BRIN terus mendorong pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian untuk mendukung pembangunan hunian yang lebih tangguh terhadap bencana.









