Jakarta – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia jenjang SMP menunjukkan adanya perbedaan kemampuan siswa dalam menguasai berbagai subkompetensi literasi.
Dari lebih dari 4,3 juta peserta TKA secara nasional, kemampuan memprediksi peristiwa dalam teks menjadi subkompetensi dengan rata-rata penguasaan paling tinggi.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa siswa relatif lebih mampu menggunakan informasi dalam teks untuk memperkirakan peristiwa yang mungkin terjadi selanjutnya. Keterampilan ini menjadi salah satu bagian penting dalam memahami bacaan secara utuh.
Namun, tantangan masih terlihat pada kemampuan yang membutuhkan proses berpikir lebih mendalam. Subkompetensi menyimpulkan isi teks serta menganalisis perubahan unsur intrinsik dalam cerita tercatat memiliki rata-rata skor yang lebih rendah.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa tidak hanya berkaitan dengan memahami informasi yang tersurat dalam bacaan. Siswa juga perlu memiliki kemampuan untuk mengolah informasi, menarik kesimpulan, serta menganalisis berbagai unsur yang terdapat dalam teks.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, latihan membaca dapat diarahkan tidak hanya pada pertanyaan mengenai informasi yang terdapat secara langsung dalam teks, tetapi juga pada soal yang mendorong siswa membuat kesimpulan dan melakukan analisis terhadap isi bacaan.
Hasil TKA ini dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat kemampuan literasi peserta didik sekaligus menjadi masukan dalam penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMP.








