Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyoroti potensi hidrogen alami di Indonesia yang dinilai dapat menjadi salah satu sumber energi masa depan. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk berperan penting dalam pengembangan hidrogen alami di tingkat global apabila didukung penelitian yang kuat, regulasi yang jelas, dan pendanaan yang memadai.
Pernyataan tersebut disampaikan Stella dalam acara Hydrogen Day 2026 yang digelar di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan bertema Driving The Future with Hydrogen! itu mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri untuk membahas pengembangan teknologi hidrogen. <Cite refs={[“turn717041search0″,”turn717041search1”]}/>
Hidrogen Alami Jadi Peluang Energi Indonesia
Hidrogen alami atau natural hydrogen merupakan hidrogen yang terbentuk melalui proses geologi di bawah permukaan bumi. Berbeda dengan hidrogen yang diproduksi melalui proses industri, sumber daya ini berpotensi diperoleh langsung dari formasi geologi tertentu.
Stella menyampaikan bahwa potensi hidrogen alami membuka peluang bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus berpartisipasi dalam pasar global. Pengembangan sumber energi tersebut juga dinilai relevan dengan upaya mendorong keberlanjutan dan memperkuat kedaulatan energi nasional.
Meski demikian, potensi tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian dan eksplorasi diperlukan untuk mengetahui karakteristik sumber daya, besaran cadangan yang dapat dimanfaatkan, serta kelayakan pengembangannya secara teknis dan ekonomi.
Sulawesi Tengah Jadi Salah Satu Wilayah yang Dikaji
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penelitian hidrogen alami adalah Tanjung Api, Sulawesi Tengah. Penjajakan potensi di kawasan tersebut melibatkan Pertamina Hulu Energi, Badan Geologi, serta akademisi dari sejumlah institusi, termasuk ITB, Universitas Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kajian lanjutan, termasuk pengambilan sampel bawah permukaan, dibutuhkan untuk memahami karakteristik sumber daya secara lebih mendalam. Hasil penelitian tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk menilai peluang pemanfaatan hidrogen alami.
Indonesia memiliki kondisi geologi yang beragam, tetapi indikasi keberadaan hidrogen alami tidak otomatis berarti seluruh sumber daya dapat dieksploitasi secara komersial. Diperlukan data ilmiah, teknologi eksplorasi, serta penilaian terhadap keselamatan dan dampak lingkungan sebelum pemanfaatan dilakukan.
Riset, Regulasi, dan Pendanaan Jadi Prioritas
Stella menekankan tiga aspek utama yang harus diperkuat dalam pengembangan hidrogen alami, yakni riset, regulasi, dan pembiayaan. Ketiganya diperlukan agar penelitian tidak berhenti pada penemuan potensi, tetapi dapat berlanjut menuju pengembangan teknologi dan pemanfaatan yang memberikan nilai ekonomi.
Perguruan tinggi dan lembaga penelitian berperan dalam mengidentifikasi sumber daya, mengembangkan metode eksplorasi, serta meneliti teknologi pengolahan hidrogen. Sementara itu, regulasi dibutuhkan untuk memberikan kepastian dalam proses pengembangan dan pengelolaan sumber daya.
Dukungan pembiayaan juga menjadi faktor penting karena penelitian dan eksplorasi membutuhkan investasi. Kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan industri diharapkan dapat membantu menjembatani hasil penelitian dengan penerapan teknologi di lapangan.
Kolaborasi untuk Mengembangkan Energi Bersih
Pengembangan hidrogen membutuhkan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor industri. Pemerintah berperan dalam menyiapkan kebijakan, akademisi dan peneliti mengembangkan pengetahuan serta inovasi, sedangkan industri berperan dalam mendorong penerapan dan pemanfaatannya.
Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan dapat mengembangkan potensi hidrogen alami secara bertahap dan berbasis bukti ilmiah. Keberhasilan pengembangannya akan bergantung pada hasil eksplorasi, kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
Potensi hidrogen alami menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat diversifikasi energi. Namun, penelitian yang mendalam tetap diperlukan agar sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan secara aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.



