idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, 10 September 2026
  • Beranda
  • Berita

    Terancam 7 Tahun Penjara, Dua Pelajar Boyolali Tetap Bersekolah Meski Terlibat Kasus Tawuran

    Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

    Perkuat Kompetensi Pendidik, Disdik DKI Jakarta Gelar Pelatihan ISP dan TIEP 2026–2027

    Inovatif! Guru Influencer SDN Cibubur 10 Ubah Pilah Sampah Jadi Gim Edukasi!

    TIPS WAWANCARA PPG CALON GURU

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

    815 Guru ASN DKI Diprofiling, Jadi Dasar Penguatan Kompetensi dan Kualitas Pendidikan

    PPG Calon Guru 2026: Cek Daftar Bidang Studi dan Jumlah Peserta yang Lulus

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Ivon Rahmani Lulus Doktor di UIN Jakarta, Sempat Cemas karena Non-Muslim

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Kisah Retno Marsudi, Pendidikan Jadi Jalan hingga Berkarier sebagai Diplomat

    Inspiratif! Anak Petani dari Flores Sukses Jadi Penulis Buku

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Terancam 7 Tahun Penjara, Dua Pelajar Boyolali Tetap Bersekolah Meski Terlibat Kasus Tawuran

    Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

    Perkuat Kompetensi Pendidik, Disdik DKI Jakarta Gelar Pelatihan ISP dan TIEP 2026–2027

    Inovatif! Guru Influencer SDN Cibubur 10 Ubah Pilah Sampah Jadi Gim Edukasi!

    TIPS WAWANCARA PPG CALON GURU

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

    815 Guru ASN DKI Diprofiling, Jadi Dasar Penguatan Kompetensi dan Kualitas Pendidikan

    PPG Calon Guru 2026: Cek Daftar Bidang Studi dan Jumlah Peserta yang Lulus

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Ivon Rahmani Lulus Doktor di UIN Jakarta, Sempat Cemas karena Non-Muslim

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Kisah Retno Marsudi, Pendidikan Jadi Jalan hingga Berkarier sebagai Diplomat

    Inspiratif! Anak Petani dari Flores Sukses Jadi Penulis Buku

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

4 Mesin Mati Sekaligus, Pesawat British Airways Nyaris Jatuh karena Abu Galunggung

10 September 2026
in Berita
9 min read
245
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Bagi dunia penerbangan, material hasil erupsi gunung api dapat menjadi ancaman serius karena mampu mengganggu mesin pesawat, merusak kaca kokpit, hingga menyebabkan hilangnya tenaga mesin saat penerbangan.

Salah satu insiden paling terkenal terjadi pada 24 Juni 1982, ketika pesawat British Airways Flight 9 (BA009) yang menggunakan Boeing 747-200 tanpa sengaja memasuki awan abu vulkanik dari Gunung Galunggung, Jawa Barat.

Pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Perth, Australia, saat itu berada di ketinggian sekitar 37.000 kaki atau 11.300 meter. Tidak lama setelah memasuki awan abu, keempat mesinnya kehilangan tenaga. Pesawat kemudian meluncur turun ribuan meter sebelum awak berhasil menghidupkan kembali mesin dan melakukan pendaratan darurat di Jakarta.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal luas sebagai Jakarta Incident dan menjadi salah satu kejadian yang mengubah pemahaman dunia penerbangan terhadap bahaya abu vulkanik.

Penerbangan Awalnya Berjalan Normal

British Airways Flight 9 berangkat dari Kuala Lumpur dengan tujuan Perth.

Perjalanan pada awalnya berlangsung normal. Pesawat Boeing 747 tersebut terbang pada ketinggian jelajah dan tidak mendeteksi adanya bahaya besar di jalur penerbangan.

Namun, ketika melintasi wilayah selatan Jakarta, situasi mulai berubah.

Penumpang dan awak kabin mencium bau yang tidak biasa dan melihat asap atau kabut masuk ke dalam kabin. Di kokpit, awak pesawat juga melihat fenomena cahaya yang dikenal sebagai St Elmo’s fire, yang muncul akibat interaksi partikel bermuatan dengan permukaan pesawat.

Awalnya, kru pesawat menduga mereka sedang menghadapi awan badai.

Masalahnya, radar cuaca pesawat tidak menunjukkan adanya awan badai yang seharusnya menjadi penyebab fenomena tersebut.

Satu per Satu Mesin Pesawat Mati

Situasi berubah menjadi keadaan darurat ketika mesin pesawat mulai mengalami gangguan.

Bukan hanya satu mesin.

Keempat mesin Boeing 747 tersebut kehilangan tenaga.

Menurut catatan ICAO, pesawat mengalami kehilangan daya pada seluruh mesin setelah memasuki awan abu vulkanik dari Gunung Galunggung. Pesawat kemudian turun hingga sekitar 12.000 kaki sebelum awak berhasil menghidupkan kembali mesin.

Dalam kondisi tersebut, pesawat pada dasarnya harus meluncur menggunakan energi dan ketinggian yang tersisa.

Kondisinya semakin berbahaya karena pesawat berada jauh di atas permukaan tanah dan awak belum mengetahui penyebab pasti matinya mesin.

Kapten Eric Moody kemudian harus mengambil keputusan cepat.

Pesawat perlu keluar dari awan abu secepat mungkin agar mesin dapat kembali bekerja.

Pesawat Kehilangan Ketinggian Ribuan Meter

Selama sekitar 13 menit, Boeing 747 tersebut meluncur turun tanpa tenaga dari keempat mesinnya.

Sebuah studi mengenai pengalaman penumpang dan awak BA009 mencatat pesawat turun sekitar 23.000 kaki sebelum akhirnya berhasil keluar dari awan abu dan beberapa mesin dapat dinyalakan kembali.

Situasi tersebut tentu sangat menegangkan.

Penumpang mengenakan masker oksigen karena pesawat kehilangan ketinggian dengan cepat.

Awak pesawat juga harus mempersiapkan kemungkinan terburuk apabila mesin tidak dapat dinyalakan kembali.

Salah satu pilihan yang sempat dipertimbangkan adalah melakukan pendaratan darurat di laut atau ditching.

Namun, keberuntungan berpihak kepada pesawat tersebut.

Setelah keluar dari awan abu, awak berhasil menghidupkan kembali mesin secara bertahap.

Bukan Awan Badai, Ternyata Abu Gunung Galunggung

Setelah pesawat berhasil keluar dari awan abu, penyebab insiden mulai terungkap.

Material yang mereka masuki bukan awan badai.

Itu adalah awan abu vulkanik dari letusan Gunung Galunggung.

Saat kejadian, letusan Galunggung sedang berlangsung. Gunung api yang berada di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut mengalami periode erupsi panjang pada 1982–1983.

Masalahnya, abu vulkanik dapat menyebar sangat jauh dari sumber letusan.

Dalam kondisi tertentu, awan abu juga sulit dikenali secara visual oleh pilot dan tidak selalu terdeteksi seperti awan badai biasa.

Akibatnya, pesawat dapat memasuki wilayah berbahaya tanpa awak menyadari bahwa mereka sedang terbang melewati material vulkanik.

Mesin Pesawat Rusak dan Tergores

Setelah berhasil mendarat di Jakarta, pesawat diperiksa secara menyeluruh.

Kondisinya ternyata jauh lebih parah daripada yang terlihat selama penerbangan.

Bagian luar pesawat mengalami kerusakan akibat abrasi. Kaca kokpit juga mengalami pengikisan sehingga pandangan pilot menjadi sangat terbatas.

Mesin Rolls-Royce RB211 yang digunakan Boeing 747 tersebut kemudian diperiksa secara lebih mendalam.

Investigasi menemukan adanya material yang menyumbat dan merusak komponen mesin. Material tersebut kemudian diidentifikasi sebagai abu vulkanik, termasuk kandungan silika kristalin.

Dengan kata lain, abu vulkanik bukan hanya menyebabkan gangguan sementara.

Partikel tersebut benar-benar dapat merusak komponen pesawat.

Mengapa Abu Vulkanik Bisa Membuat Mesin Mati?

Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan mineral yang sangat halus.

Ketika terhisap ke dalam mesin jet, partikel tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah sekaligus.

Salah satunya adalah abrasi.

Partikel abu yang tajam dapat mengikis bilah kompresor dan komponen mesin lainnya.

Masalah lain bahkan lebih berbahaya.

Material silikat dalam abu dapat meleleh pada temperatur tinggi di dalam mesin, kemudian menempel pada komponen mesin yang memiliki temperatur lebih rendah. Endapan tersebut dapat mengganggu aliran udara dan menurunkan performa mesin.

Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut dapat menyebabkan compressor stall dan hilangnya daya dorong.

Jika abu yang masuk sangat banyak, mesin bahkan dapat mengalami kegagalan fungsi atau mati.

Kaca Kokpit Juga Bisa Rusak

Bahaya abu vulkanik tidak hanya mengancam mesin.

Kaca depan kokpit juga dapat mengalami abrasi akibat benturan dengan partikel abu dalam kecepatan sangat tinggi.

Pada kasus BA009, kaca kokpit menjadi sangat buram sehingga menyulitkan pilot melihat kondisi di luar pesawat. Awak akhirnya harus mengandalkan instrumen dan panduan dari darat untuk membantu proses pendaratan.

Selain itu, abu vulkanik juga dapat berdampak pada komponen pesawat lainnya.

Menurut informasi keselamatan penerbangan, dampaknya dapat mencakup:

  • kerusakan atau gangguan mesin;
  • erosi komponen mesin;
  • penyumbatan filter dan saluran;
  • abrasi kaca depan pesawat;
  • gangguan sistem;
  • serta korosi pada permukaan tertentu.

Semua Penumpang Berhasil Selamat

Meski menghadapi kondisi yang sangat berbahaya, BA009 akhirnya berhasil mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pesawat mendarat setelah awak berhasil menyalakan kembali mesin dan mengarahkan pesawat keluar dari kawasan abu.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, pengalaman BA009 menjadi peringatan besar bagi industri penerbangan bahwa awan abu vulkanik harus diperlakukan sebagai ancaman serius.

Insiden Galunggung Mengubah Keselamatan Penerbangan

Insiden BA009 bukan satu-satunya kejadian akibat erupsi Galunggung.

Sekitar tiga minggu setelah kejadian tersebut, pesawat Boeing 747 milik Singapore Airlines juga mengalami masalah setelah memasuki abu vulkanik dari Galunggung. Dua mesinnya kehilangan tenaga dan pesawat berhasil dialihkan untuk melakukan pendaratan di Jakarta.

Rangkaian insiden tersebut menunjukkan bahwa ancaman abu vulkanik tidak dapat dianggap sebagai persoalan lokal.

Awan abu dapat menyebar hingga ke jalur penerbangan internasional.

Karena itu, dunia penerbangan kemudian memperkuat sistem pemantauan gunung api dan penyebaran informasi mengenai abu vulkanik.

Muncul Sistem Pemantauan Abu Vulkanik Dunia

Setelah berbagai insiden tersebut, International Civil Aviation Organization (ICAO) mengembangkan sistem yang secara khusus digunakan untuk memberikan peringatan mengenai awan abu vulkanik.

Salah satu komponen pentingnya adalah Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC).

Pusat-pusat tersebut memantau keberadaan dan pergerakan abu vulkanik menggunakan data satelit, laporan pengamatan, serta model pergerakan atmosfer. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membantu otoritas penerbangan menentukan wilayah yang harus dihindari pesawat.

Saat ini terdapat sembilan VAAC yang ditunjuk ICAO untuk berbagai wilayah dunia.

Sistem tersebut merupakan salah satu warisan penting dari pengalaman pahit penerbangan yang melibatkan Galunggung.

Pelajaran dari “Jakarta Incident”

Insiden BA009 memberikan pelajaran besar bagi dunia penerbangan.

Pertama, abu vulkanik dapat terlihat seperti fenomena atmosfer biasa dan tidak selalu mudah dikenali.

Kedua, material tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada pesawat.

Ketiga, abu vulkanik dapat mengganggu atau bahkan mematikan mesin jet.

Keempat, informasi mengenai aktivitas gunung api harus segera diteruskan kepada dunia penerbangan agar pesawat dapat menghindari wilayah yang terdampak.

Karena itu, setiap erupsi gunung api yang menghasilkan abu ke atmosfer dapat menjadi perhatian bagi keselamatan penerbangan, terutama jika awan abu bergerak menuju jalur penerbangan.

Bukan Sekadar Kisah Horor Penerbangan

Kisah British Airways Flight 9 sering dikenang karena situasinya yang dramatis: sebuah pesawat jumbo kehilangan tenaga pada empat mesin sekaligus ketika sedang berada di ketinggian jelajah.

Namun, nilai terpenting dari kejadian tersebut bukan hanya kisah tentang pesawat yang nyaris jatuh.

Insiden Galunggung menjadi titik penting dalam perkembangan keselamatan penerbangan modern.

Dunia kemudian memahami bahwa gunung api yang berada jauh dari bandara tetap dapat memengaruhi penerbangan internasional.

Abu yang tampak seperti debu halus ternyata dapat mengikis kaca pesawat, merusak komponen mesin, mengganggu sistem penerbangan, bahkan membuat seluruh mesin kehilangan tenaga.

Kesimpulan

Letusan Gunung Galunggung pada 1982 pernah membuat British Airways Flight 9 kehilangan tenaga pada keempat mesinnya setelah pesawat memasuki awan abu vulkanik.

Pesawat Boeing 747 tersebut terbang dari Kuala Lumpur menuju Perth ketika tanpa disadari memasuki abu vulkanik pada ketinggian sekitar 37.000 kaki. Keempat mesin kemudian mati dan pesawat kehilangan ketinggian ribuan meter. Setelah keluar dari awan abu, awak berhasil menghidupkan kembali mesin dan melakukan pendaratan darurat di Jakarta.

Investigasi kemudian memastikan bahwa abu Gunung Galunggung menjadi penyebab kegagalan mesin. Material tersebut juga menyebabkan kerusakan dan abrasi pada sejumlah bagian pesawat.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam keselamatan penerbangan dan mendorong pengembangan sistem pemantauan abu vulkanik internasional.

Pelajaran dari Galunggung masih relevan hingga sekarang: abu vulkanik bukan sekadar debu, tetapi dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan.

Tags: abu vulkanikBA009bahaya abu vulkanikBritish AirwaysBritish Airways Flight 9gunung api IndonesiaGunung GalunggungICAOJakarta Incidentkeselamatan penerbanganletusan Gunung Galunggungmesin pesawat matipenerbanganpesawat Boeing 747pesawat nyaris jatuhpesawat terbangsejarah penerbanganvolcanic ashvulkanologi
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

Terancam 7 Tahun Penjara, Dua Pelajar Boyolali Tetap Bersekolah Meski Terlibat Kasus Tawuran

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

Terancam 7 Tahun Penjara, Dua Pelajar Boyolali Tetap Bersekolah Meski Terlibat Kasus Tawuran

10 September 2026

Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

10 September 2026

Perkuat Kompetensi Pendidik, Disdik DKI Jakarta Gelar Pelatihan ISP dan TIEP 2026–2027

10 September 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In