Pemerintah Kota Solo mengubah arah strategi dalam penanganan stunting dengan memperluas pendekatan yang tidak lagi berfokus semata pada aspek gizi. Kini, faktor sosial dan lingkungan dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan tersebut secara menyeluruh.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menegaskan bahwa kualitas tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kondisi tempat tinggal serta lingkungan keluarga. Oleh karena itu, intervensi yang dilakukan pemerintah kini mencakup aspek yang lebih luas.
Pemkot mulai menggenjot intervensi sensitif, seperti perbaikan sanitasi, penyediaan jamban sehat, serta penanganan kawasan kumuh. Selain itu, program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga dipercepat guna memastikan masyarakat memiliki hunian yang sehat dan layak.
Akses terhadap air bersih menjadi perhatian penting lainnya. Pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor agar layanan dasar ini dapat menjangkau kelompok rentan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Tak hanya itu, pendekatan sosial turut diperkuat melalui edukasi pola asuh, pemenuhan gizi keluarga, serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Strategi ini diharapkan mampu memberikan dampak lebih signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kota Solo.
















