Perjalanan hidup penuh perjuangan berhasil mengantarkan seorang lulusan pendidikan vokasi asal Indonesia menuju dunia kerja internasional. Berasal dari keluarga sederhana dengan orang tua berprofesi sebagai tukang genting, kini ia berhasil bekerja di Korea Selatan melalui program kebekerjaan luar negeri lulusan vokasi yang didukung pemerintah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperluas peluang kerja global bagi lulusan SMK dan pendidikan vokasi. Melalui pelatihan kompetensi, bahasa asing, hingga pembinaan budaya kerja internasional, para siswa dipersiapkan agar mampu bersaing di pasar kerja dunia.
Kesempatan bekerja di Korea Selatan menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu membuka jalan perubahan hidup bagi generasi muda Indonesia. Tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga membangun rasa percaya diri dan kesiapan mental lulusan untuk bekerja di lingkungan internasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, lulusan SMK dan lembaga pelatihan tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga diarahkan agar mampu menembus pasar kerja global.
Program kebekerjaan luar negeri sendiri terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai negara seperti Korea Selatan, Jepang, Jerman, dan Taiwan. Para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari kemampuan bahasa, etos kerja, perlindungan tenaga kerja migran, hingga adaptasi budaya negara tujuan.
Keberhasilan lulusan vokasi bekerja di luar negeri diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa SMK lainnya untuk terus mengembangkan keterampilan dan berani bersaing di tingkat internasional. Pemerintah menilai pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di era globalisasi.
Melalui program ini, mimpi anak-anak dari keluarga sederhana kini memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik lewat pendidikan dan keterampilan kerja profesional.









