Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pendidikan bermutu sekaligus membangun karakter bangsa. Sinergi tersebut dinilai penting agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam sistem pendidikan nasional. Menurutnya, tantangan pendidikan di Indonesia sangat beragam sehingga membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa semua sekolah, baik negeri maupun swasta, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan membentuk karakter peserta didik. Pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun integritas, nasionalisme, dan kepribadian yang kuat.
Dalam berbagai kesempatan, Kemendikdasmen juga terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif melalui pemerataan akses pendidikan, digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah menilai langkah tersebut harus dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan lembaga pendidikan swasta.
Selain penguatan mutu pembelajaran, pemerintah turut menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program tersebut meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini diharapkan dapat membentuk generasi Indonesia yang sehat, disiplin, dan berkarakter kuat.
Kemendikdasmen juga menilai kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media menjadi fondasi penting dalam membangun karakter anak. Pendidikan karakter tidak bisa dilakukan hanya di lingkungan sekolah, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem yang saling menguatkan.
Dalam upaya memperluas pemerataan pendidikan, pemerintah disebut telah mengalokasikan sebagian anggaran revitalisasi pendidikan untuk sekolah swasta. Dukungan tersebut mencakup penguatan fasilitas belajar, redistribusi guru ASN, hingga percepatan digitalisasi pembelajaran agar kualitas pendidikan semakin merata di seluruh daerah.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan adalah proyek bersama seluruh bangsa. Pemerintah, guru, orang tua, masyarakat, dan lembaga pendidikan harus berjalan beriringan demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.









