Dinas pendidikan setempat kini fokus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah setelah terjadinya insiden duel maut saat jam pelajaran di Kabupaten Sragen. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan pendampingan terhadap keluarga korban hingga proses pemakaman yang turut dihadiri Bupati Sragen.
Kepala dinas terkait, Purwanti, mengakui adanya celah dalam pengawasan yang menjadi salah satu faktor terjadinya insiden tersebut. Saat kejadian berlangsung, guru matematika yang seharusnya mengajar di kelas pelaku diketahui sedang menjalankan tugas sebagai proktor Tes Kemampuan Akademik (TKA) di laboratorium komputer.
Di sisi lain, guru IPS di kelas korban juga sempat meninggalkan ruang kelas selama beberapa menit untuk menangani siswa lain di ruang guru. Kondisi ini membuat pengawasan terhadap siswa menjadi tidak optimal pada saat kejadian berlangsung.
Sebagai langkah perbaikan, dinas pendidikan berencana memperketat pengawasan melalui surat edaran serta mengusulkan pemasangan CCTV di titik-titik rawan di lingkungan sekolah. Pengadaan fasilitas ini direncanakan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna meminimalkan area yang tidak terpantau langsung oleh guru.
Selain itu, terkait instruksi Bupati Sragen mengenai pemberian sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab, proses tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Inspektorat Kabupaten Sragen untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.


















