Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tidak hanya berdampak pada korban secara emosional, tetapi juga serius terhadap prestasi akademik. Banyak laporan menunjukkan bahwa dampak kekerasan seksual akademik mahasiswa dapat menyebabkan penurunan IPK hingga risiko drop out (DO). Hal ini menjadi perhatian penting bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Fenomena ini terjadi pada mahasiswa yang menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mereka mengalami tekanan psikologis yang memengaruhi kemampuan belajar, konsentrasi, dan kehadiran dalam perkuliahan. Akibatnya, dampak kekerasan seksual akademik mahasiswa tidak bisa dianggap remeh karena berpengaruh langsung pada masa depan pendidikan korban.
Secara umum, mahasiswa korban mengalami berbagai perubahan signifikan dalam aktivitas akademik. Beberapa di antaranya meliputi kesulitan mengikuti kelas, kehilangan motivasi belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sosial kampus.

















