Yunia menjelaskan tahapan berikutnya adalah melakukan wawancara mendalam dengan orang tua calon siswa. Wawancara tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan keluarga, mengingat konsep Sekolah Rakyat menggunakan sistem asrama.
Yunia mengaku optimistis kuota siswa Sekolah Rakyat di Sukoharjo dapat terpenuhi. Sebab antusiasme masyarakat mulai terlihat seiring proses sosialisasi dan penjangkauan yang dilakukan para pendamping PKH.
Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di Sukoharjo disiapkan masing-masing tiga rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap rombel akan diisi 30 siswa.
Selain itu, nantinya juga akan ada alihan siswa dari Sekolah Rakyat rintisan di Solo. Untuk jenjang SD direncanakan ada tambahan 40 siswa, sedangkan jenjang SMA sebanyak 188 siswa.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan yang lebih intensif.










