Universitas Indonesia (UI) membuka peluang pengembangan program studi baru yang berkaitan dengan green jobs atau pekerjaan hijau seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap sektor ekonomi berkelanjutan. Wacana tersebut mencuat di tengah kebutuhan tenaga kerja yang semakin besar pada bidang energi terbarukan, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam laporan detikEdu, tingginya minat terhadap pekerjaan hijau menjadi perhatian dunia pendidikan tinggi karena kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia di sektor ramah lingkungan terus meningkat. UI menilai tren tersebut perlu direspons melalui penguatan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global dan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Bidang green jobs sendiri mencakup berbagai sektor seperti energi baru terbarukan, pengelolaan lingkungan, teknologi hijau, konstruksi berkelanjutan, ekonomi sirkular, hingga rekayasa lingkungan. Perkembangan industri hijau juga dinilai akan membuka banyak peluang kerja baru di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
UI menyebut pembukaan program studi baru harus melalui berbagai kajian, termasuk kebutuhan industri, kesiapan kurikulum, sumber daya dosen, hingga prospek lulusan di masa depan. Meski belum ada keputusan resmi terkait pembukaan prodi khusus green jobs, kampus disebut terus mengembangkan berbagai program dan kolaborasi yang berkaitan dengan isu keberlanjutan dan ekonomi hijau.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menekankan pentingnya reformasi pendidikan dan penguatan pendidikan vokasi untuk mendukung kebutuhan industri masa depan, termasuk sektor hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Minat terhadap green jobs di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai lembaga pemerintah dan internasional memperkirakan jutaan lapangan kerja hijau akan tercipta seiring percepatan transisi energi dan target pembangunan rendah karbon. Kondisi ini membuat perguruan tinggi mulai menyesuaikan kurikulum dan bidang keilmuan agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja baru.




