“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kegemaran membaca sekaligus melatih anak-anak untuk mampu memahami dan mengomunikasikan isi cerita dengan baik,” ujar Mawan.
Dia menjelaskan, materi yang dibawakan peserta banyak mengangkat kisah pahlawan dan legenda rakyat Wonogiri.
Hal itu diharapkan mampu menanamkan nilai karakter, kebangsaan, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
“Dengan menggali cerita lokal, anak-anak diharapkan memiliki kebanggaan terhadap jati diri daerah serta kecintaan terhadap budaya daerah dalam semangat Hari Jadi Wonogiri ke-285,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut juga memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Literasi Tahun 2026 dari Perpustakaan Nasional RI untuk mendukung penguatan literasi berbasis kearifan lokal dan peningkatan minat baca.










