Bahasa Indonesia masih menjadi salah satu bahasa asing strategis di Australia. Hal tersebut mengemuka dalam ajang 2026 VILTA Annual Conference yang digelar oleh Victorian Indonesian Language Teachers Association (VILTA) di Victoria, Australia. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat jejaring dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia, khususnya di wilayah Victoria.
Konferensi yang dihadiri sekitar 125 peserta tersebut melibatkan guru Bahasa Indonesia, akademisi, mahasiswa, organisasi pendidikan, hingga berbagai mitra pendidikan Indonesia–Australia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra.
Berdasarkan laporan The State of Languages Education in Australia: Provision and Participation 2024 dari Australian Federation of Modern Language Teachers Associations (AFMLTA), Bahasa Indonesia masih menjadi salah satu bahasa utama yang dipelajari di Australia dengan sekitar 127.649 pelajar. Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya dan menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran hingga tingkat akhir sekolah menengah.
Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menegaskan pentingnya penguatan hubungan pendidikan dan budaya Indonesia–Australia melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia. Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati, memperkenalkan berbagai program dukungan Bahasa Indonesia bagi sekolah dan guru di Australia.
Konferensi juga menghadirkan Associate Professor Michael Hatherell dari Deakin University yang menyoroti pentingnya pembelajaran bahasa sebagai sarana membangun empati dan pemahaman budaya di era teknologi dan kecerdasan buatan. Ia menilai pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dikembangkan melalui storytelling, sastra, film, dan eksplorasi budaya Indonesia.
Selain itu, peserta konferensi juga mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui musik, budaya populer Indonesia, media digital, serta program kunjungan langsung ke Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Australia.
Melalui partisipasi dalam VILTA 2026, Indonesia memperkuat komunikasi dan kolaborasi pendidikan dengan komunitas guru Bahasa Indonesia di Australia sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, budaya, pertukaran pelajar, dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia secara berkelanjutan.









