Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) resmi meluncurkan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 dengan target mencetak 8.730 wirausaha muda di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan keterampilan dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa PKW difokuskan untuk membangun generasi muda yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga dukungan sarana usaha seperti peralatan, bahan usaha, hingga pendampingan usaha setelah pelatihan selesai.
Program ini dilaksanakan serentak melalui kerja sama dengan 18 Dekranasda di berbagai daerah Indonesia. Sejumlah wilayah yang terlibat antara lain Kabupaten Jepara, Kudus, Tasikmalaya, Jember, Lamongan, Sleman, hingga Manggarai Barat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis budaya dan potensi daerah.
Selain fokus pada kewirausahaan, Kemendikdasmen juga menargetkan program ini menyasar anak putus sekolah, pengangguran muda, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Pemerintah menilai pendidikan nonformal berbasis keterampilan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Sejak kerja sama Kemendikdasmen dan Dekranas dimulai pada 2020, ribuan peserta telah mengikuti program PKW dan banyak di antaranya berhasil membangun usaha mandiri di bidang kuliner, kriya, fesyen, hingga industri kreatif lokal. Pemerintah berharap PKW 2026 mampu memperluas lahirnya wirausaha muda produktif sekaligus membantu mengurangi pengangguran usia muda di Indonesia.



