Jakarta – Forum Komunikasi Publik yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi berbagai pihak untuk mewujudkan pendidikan bermutu di Indonesia. Forum ini menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam mendukung kebijakan pendidikan agar dapat dipahami dan diterapkan secara luas oleh masyarakat.
Kepala Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menyampaikan bahwa komunikasi publik memiliki peran penting dalam memastikan informasi pendidikan tersampaikan secara benar, jelas, dan akurat kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat.
Kemendikdasmen juga menerapkan pendekatan SIMI, yaitu Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi, dalam membangun komunikasi publik pendidikan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat memahami kebijakan pendidikan sekaligus mengantisipasi munculnya misinformasi di tengah masyarakat.
Dalam forum tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus dibangun melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, media, hingga dunia usaha. Konsep ini sejalan dengan pendekatan Catur Pusat Pendidikan yang menempatkan berbagai unsur sosial sebagai bagian penting dalam ekosistem pendidikan nasional.
Selain itu, Kemendikdasmen terus mendorong penguatan pembelajaran mendalam atau deep learning yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses pembelajaran. Pendekatan ini menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan agar siswa lebih aktif, kreatif, dan memiliki motivasi belajar yang tinggi.
Forum Komunikasi Publik diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan sekaligus membangun partisipasi bersama dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan tantangan masa depan Indonesia.









