Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan klarifikasi terkait munculnya nama institusi tersebut dalam kasus dugaan riset palsu yang belakangan menjadi sorotan publik dan komunitas akademik.
Pihak kampus menegaskan bahwa pencantuman nama ITS dalam dokumen atau publikasi yang dipersoalkan tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan resmi institusi. ITS menyatakan tengah melakukan penelusuran internal untuk memastikan fakta dan kronologi yang sebenarnya terkait penggunaan nama kampus tersebut.
Menurut pihak ITS, integritas akademik merupakan prinsip utama yang selalu dijunjung dalam seluruh kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran etika penelitian perlu ditangani secara hati-hati berdasarkan data dan bukti yang dapat diverifikasi.
Kampus juga menjelaskan bahwa penggunaan afiliasi perguruan tinggi dalam sebuah publikasi atau kegiatan ilmiah harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Jika ditemukan adanya pencatutan nama lembaga tanpa izin atau tanpa keterlibatan resmi institusi, maka hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai representasi sikap maupun kegiatan akademik kampus.
ITS menyatakan mendukung upaya penegakan etika penelitian dan transparansi dalam dunia akademik. Kampus juga siap bekerja sama dengan pihak terkait apabila diperlukan klarifikasi lebih lanjut mengenai penggunaan nama institusi dalam kasus tersebut.
Kasus dugaan riset palsu ini menjadi perhatian luas karena menyangkut kredibilitas penelitian ilmiah dan reputasi lembaga pendidikan tinggi. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia diketahui turut melakukan penelusuran setelah nama institusi atau alumninya disebut dalam informasi yang beredar.
Melalui klarifikasi ini, ITS berharap masyarakat dapat menunggu hasil investigasi dan verifikasi yang dilakukan berbagai pihak sebelum menarik kesimpulan. Kampus menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas riset serta menjunjung tinggi standar etika akademik dalam setiap aktivitas penelitian.








