Setelah Setahun Menumpang, Siswa SMAN 4 Manokwari Akhirnya Punya Gedung Sekolah Baru
Kabar bahagia datang bagi siswa SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat. Setelah hampir satu tahun menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sekolah lain, mereka akhirnya akan memiliki gedung sekolah sendiri. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) resmi dimulai setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan peletakan batu pertama di Manokwari.
Sejak berdiri pada Juli 2025, SMAN 4 Manokwari belum memiliki bangunan mandiri sehingga para siswa harus menggunakan fasilitas milik SMP Negeri 27 Manokwari. Kegiatan belajar bahkan dilakukan pada siang hingga sore hari karena harus menyesuaikan jadwal sekolah yang dipinjam. Kondisi tersebut membuat para siswa berharap bisa segera belajar di sekolah sendiri dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Kepala SMAN 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko, mengungkapkan bahwa kabar pembangunan sekolah baru disambut antusias oleh seluruh siswa. Menurutnya, lokasi pembangunan yang berada dekat dengan SMP Negeri 27 Manokwari juga akan mempermudah akses pendidikan menengah bagi masyarakat di kawasan Pantai Utara (Pantura) Manokwari.
Kebahagiaan tersebut juga dirasakan para siswa. Salah satunya Maria Aura Angeli Tampani yang mengaku senang karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, para siswa merasa kurang nyaman karena harus terus menggunakan fasilitas sekolah lain. Sementara itu, siswa lainnya, Filki Israel Kuai, berharap kehadiran gedung baru dapat membuat SMAN 4 Manokwari berkembang dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Papua Barat.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan sekolah tersebut. Proyek pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan dan menjadi satu-satunya pembangunan Unit Sekolah Baru tingkat SMA di Papua Barat pada tahun 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan sekolah baru tidak hanya bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seluruh proses pembangunan dilakukan melalui sistem swakelola sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan usaha masyarakat setempat melalui penggunaan material dari daerah sekitar.
Kemendikdasmen menilai program revitalisasi dan pembangunan sekolah baru merupakan bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua. Pemerintah juga menargetkan puluhan ribu revitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2026 untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Dengan hadirnya gedung baru SMAN 4 Manokwari, para siswa kini memiliki harapan baru untuk belajar dengan fasilitas yang lebih memadai. Pembangunan tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke wilayah Papua dan daerah terpencil lainnya di Indonesia.









