Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa semangat gotong royong merupakan salah satu kekuatan terbesar bangsa Indonesia yang perlu terus dijaga dan diperkuat, termasuk dalam pembangunan sektor pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menilai partisipasi masyarakat memiliki peran strategis dalam membantu mengatasi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, pemerataan tenaga pendidik, hingga penguatan program pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks pembangunan pendidikan nasional, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas kementerian untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan program pendidikan hingga ke daerah terpencil, terdepan, dan tertinggal di Indonesia.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan bersama. Kehadiran masyarakat dalam berbagai program pendidikan dapat memberikan kontribusi nyata, baik melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas, penguatan budaya literasi, maupun dukungan terhadap kegiatan sekolah.
Konsep gotong royong dalam pendidikan juga mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Ketika pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat bekerja bersama, peluang untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan akan semakin besar.
Selain itu, keterlibatan publik juga dinilai penting untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas. Dengan dukungan berbagai pihak, hambatan yang selama ini dihadapi sejumlah daerah dapat diatasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Kemendikdasmen sendiri terus mendorong berbagai program kolaboratif yang melibatkan masyarakat dalam penguatan pendidikan. Mulai dari gerakan literasi, revitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga berbagai program pendampingan belajar yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Melalui semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, pemerintah optimistis cita-cita menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia dapat terwujud. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.








