Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran matematika menjadi perhatian berbagai kalangan pendidikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika di sekolah masih memerlukan pembenahan agar mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan analitis peserta didik.
Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman, menilai pembelajaran matematika di banyak sekolah masih terlalu berorientasi pada hafalan rumus dan latihan soal yang dilakukan secara berulang. Pendekatan tersebut memang dapat membantu siswa mengerjakan soal dengan cepat, tetapi belum tentu membuat mereka memahami konsep dasar matematika secara mendalam.
Akibatnya, banyak siswa mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soal yang membutuhkan kemampuan bernalar, menganalisis, serta menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang berbeda dari contoh yang pernah dipelajari. Padahal, kemampuan tersebut menjadi salah satu kompetensi utama yang diukur dalam Tes Kemampuan Akademik.
Menurut Moch. Fatkoer Rohman, pembelajaran matematika seharusnya tidak hanya berfokus pada drilling atau pengulangan soal. Guru perlu menghadirkan proses belajar yang lebih aktif dan bermakna dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, mengeksplorasi ide, melakukan percobaan sederhana, serta menemukan sendiri konsep-konsep matematika melalui proses berpikir yang sistematis.
Pendekatan pembelajaran berbasis konsep diyakini dapat membantu siswa memahami alasan di balik setiap rumus dan prosedur penyelesaian soal. Dengan pemahaman yang lebih kuat, siswa akan lebih siap menghadapi berbagai bentuk soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar mengingat langkah-langkah penyelesaian.
Perbaikan metode pembelajaran menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. Melalui proses belajar yang mendorong penalaran, kreativitas, dan pemecahan masalah, diharapkan kemampuan akademik siswa dapat terus meningkat sehingga lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembelajaran maupun asesmen di masa depan.









