Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen Provinsi Kepulauan Riau untuk terus menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Ajakan tersebut disampaikan saat bertemu dengan jajaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK), serta Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Bintan, Sabtu (27/6).
Dalam arahannya, Atip menegaskan bahwa setiap tantangan harus dipandang sebagai peluang untuk menciptakan solusi baru yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini bukan menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan pendidikan, melainkan menjadi pemicu lahirnya inovasi dan penguatan sinergi antarlembaga.
“Tantangan terbesar kita saat ini adalah keterbatasan anggaran. Namun, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meningkatkan mutu pendidikan. Justru di situlah inovasi harus lahir. Solusinya adalah memperkuat kolaborasi, membangun sinergi, dan memanfaatkan setiap sumber daya secara lebih efektif,” ujar Atip.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pikir, budaya kerja, serta komitmen seluruh insan pendidikan untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Karena itu, Atip memberikan apresiasi kepada jajaran UPT Kemendikdasmen di Kepulauan Riau yang dinilai responsif, proaktif, dan memiliki inisiatif tinggi dalam menjalankan tugas.
Wamendikdasmen juga mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan ASN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa melakukan evaluasi diri agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Selain itu, Atip menyoroti pentingnya menghadirkan inovasi dalam pengembangan kompetensi guru, khususnya bagi pendidik yang bertugas di wilayah kepulauan dan daerah terluar. Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi guru untuk memperoleh akses terhadap pelatihan dan peningkatan kompetensi.
Ia berharap lahir berbagai model pembelajaran dan pelatihan yang memanfaatkan teknologi maupun kolaborasi lintas lembaga sehingga mampu menjangkau guru di pulau-pulau terluar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.
Kepala BPMP Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menyambut positif arahan yang disampaikan Wamendikdasmen. Menurutnya, motivasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan produktivitas kerja dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Semangat peningkatan mutu pendidikan di Kepulauan Riau juga tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih daerah tersebut. Provinsi Kepulauan Riau tercatat masuk tiga besar nasional dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menempati peringkat ketiga nasional pada hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.
Bagi Atip Latipulhayat, prestasi tersebut membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat mampu menghadirkan pendidikan bermutu, bahkan di wilayah kepulauan dan perbatasan. Capaian itu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan pendidikan untuk terus menghadirkan perubahan yang berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.









