JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh anak Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang memberikan ruang bagi berbagai elemen untuk berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Saat menghadiri kegiatan di Cimanggis, Depok, Sabtu (11/7), Abdul Mu’ti mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif mendukung penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan visi Presiden yang menginginkan layanan pendidikan semakin mudah dijangkau (accessible) sekaligus memiliki biaya yang terjangkau (affordable). Dengan demikian, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi maupun lokasi.
Selain memperluas akses, Kemendikdasmen juga terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat. Abdul Mu’ti menilai peningkatan mutu pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini harus mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki kemampuan adaptif, mandiri, kreatif, serta siap menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global di masa depan.
Sebagai bagian dari transformasi pendidikan, Kemendikdasmen mulai memperkuat implementasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Program tersebut didukung dengan penyediaan sarana pembelajaran serta peningkatan kompetensi guru agar proses belajar mengajar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa penguasaan teknologi tidak boleh mengesampingkan pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara bijak melalui penerapan kesalehan digital (digital piety) dan etika dalam bermedia atau digital civility.
Ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan nilai-nilai moral, etika, tanggung jawab, serta budaya saling menghormati dalam ruang digital sehingga kemajuan teknologi benar-benar memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
Dalam meningkatkan mutu pembelajaran, Kemendikdasmen juga terus menerapkan kebijakan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berlandaskan tiga prinsip utama, yakni mindful, meaningful, dan joyful, atau pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, serta menyenangkan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi, bakat, kreativitas, dan karakter sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Abdul Mu’ti optimistis bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, sekolah, guru, dan orang tua akan menjadi modal besar dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga semangat gotong royong agar pendidikan Indonesia semakin berkualitas, inklusif, dan mampu menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, terampil, serta siap bersaing di tingkat global.










