SOLO – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Kelas Program Khusus (PK) Solo menghadirkan suasana yang berbeda pada Tahun Ajaran 2026/2027. Ratusan peserta didik baru diajak menuangkan cita-cita, impian, dan harapan mereka melalui sebuah kegiatan bertajuk Pohon Harapan, sebagai simbol awal perjalanan pendidikan di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi konsep MPLS Ramah yang mengedepankan pendekatan positif, tanpa perpeloncoan maupun senioritas. Melalui media sederhana berupa pohon yang dipenuhi lembaran harapan, setiap siswa diberi kesempatan untuk menuliskan impian yang ingin mereka raih selama menempuh pendidikan.
Tak sedikit siswa menuliskan cita-cita menjadi dokter, guru, polisi, atlet, hingga ilmuwan. Ada pula yang berharap dapat meraih prestasi akademik, membanggakan orang tua, serta menjadi pribadi yang lebih disiplin dan percaya diri.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta didik mengenali potensi diri sejak hari pertama masuk sekolah. Dengan memiliki tujuan yang jelas, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk belajar dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Selain menjadi sarana menumbuhkan semangat belajar, Pohon Harapan juga menjadi media refleksi bahwa setiap anak memiliki mimpi yang layak didukung dan diwujudkan. Sekolah berkomitmen menjadi tempat yang memberikan ruang bagi seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai bakat, minat, dan karakter masing-masing.
Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP PK Solo juga diisi dengan berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, penguatan karakter, serta pembiasaan nilai-nilai positif yang mendukung terciptanya iklim pendidikan yang sehat.
Melalui pendekatan yang humanis, para guru dan kakak kelas berperan sebagai pendamping agar siswa baru merasa nyaman selama menjalani masa adaptasi. Hal ini sejalan dengan semangat Kemendikdasmen yang mendorong sekolah menjadi ruang belajar yang bebas dari intimidasi, kekerasan, maupun praktik perpeloncoan.
Kegiatan Pohon Harapan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka mengaku senang dapat menyampaikan impian dan harapan di hari pertama sekolah sebagai bentuk motivasi untuk terus berusaha mewujudkan cita-cita di masa depan.
Dengan berbagai kegiatan yang kreatif dan edukatif, SMP Kelas Program Khusus Solo berharap MPLS tidak sekadar menjadi agenda pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi awal pembentukan karakter, rasa percaya diri, serta semangat belajar yang akan menemani peserta didik sepanjang perjalanan pendidikan mereka.










