JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan jenjang SMP dan SMA di Indonesia masih belum merata. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, hanya sekitar 4 persen kecamatan yang memiliki sekolah dengan capaian mutu pendidikan yang baik.
Dari total 7.288 kecamatan di Indonesia, baru 263 kecamatan yang memiliki SMP dan SMA dengan kualitas baik, yakni sekolah yang telah memperoleh akreditasi A serta memiliki capaian literasi dan numerasi di atas 75.
Kualitas Sekolah Masih Terkonsentrasi di Daerah Tertentu
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sekolah-sekolah dengan kualitas tinggi masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah tertentu sehingga belum seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu.
Menurutnya, data tersebut bukan dimaksudkan untuk memberikan penilaian negatif terhadap sekolah, guru, maupun pemerintah daerah, melainkan menjadi pengingat bahwa pemerataan mutu pendidikan masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.
Pemerintah berkomitmen terus memperluas akses pendidikan berkualitas agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang setara tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya.
Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Pemerataan Mutu
Sebagai salah satu langkah strategis, pemerintah menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan sekolah baru, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Melalui SNT, pemerintah menargetkan beberapa tujuan utama, yaitu:
- Mendekatkan layanan pendidikan berkualitas kepada peserta didik di berbagai daerah.
- Mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta peserta didik secara optimal.
- Menjadikan SNT sebagai pusat pertumbuhan mutu yang dapat mendorong peningkatan kualitas sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya.
Integrasikan SMP dan SMA dalam Satu Ekosistem
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi menghubungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Integrasi tersebut tidak hanya mencakup bangunan atau jenjang pendidikan, tetapi juga proses pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter peserta didik, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas pendidikan, hingga sistem penjaminan mutu.
Dengan pendekatan tersebut, perkembangan peserta didik diharapkan dapat didampingi secara lebih utuh sejak jenjang SMP hingga SMA.
SNT Melengkapi Program Pendidikan Lainnya
Mendikdasmen menegaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi bukan satu-satunya solusi atas seluruh tantangan pendidikan di Indonesia dan tidak menggantikan program-program yang telah berjalan.
SNT akan berjalan berdampingan dengan berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan, seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, serta berbagai program transformasi pendidikan lainnya.
Melalui sinergi berbagai program tersebut, pemerintah berharap pemerataan akses dan mutu pendidikan dapat terus meningkat sehingga seluruh peserta didik di Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.








