TANJUNGPINANG – Pemanfaatan platform Rumah Pendidikan yang terintegrasi dengan Papan Interaktif Digital (PID) terus memberikan dampak positif bagi proses belajar mengajar di sekolah. Salah satunya dirasakan oleh SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berhasil menghadirkan pembelajaran lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Guru IPA SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Yolanda Farmin, mengungkapkan bahwa penggunaan Rumah Pendidikan melalui PID mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus keaktifan peserta didik di dalam kelas.
Siswa Lebih Berani dan Aktif Mengikuti Pembelajaran
Yolanda menjelaskan bahwa sejak menggunakan Papan Interaktif Digital, peserta didik menunjukkan perubahan yang signifikan.
Menurutnya, siswa yang sebelumnya cenderung pasif kini mulai berani tampil di depan kelas karena tertarik dengan berbagai konten pembelajaran interaktif yang tersedia di platform Rumah Pendidikan.
Keberadaan media pembelajaran digital tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta didik.
Guru Lebih Mudah Menyiapkan Materi Pembelajaran
Selain meningkatkan antusiasme siswa, Rumah Pendidikan juga membantu guru dalam menyiapkan materi pembelajaran.
Yolanda memanfaatkan berbagai bahan ajar yang tersedia pada fitur Ruang GTK dan Ruang Murid sebagai referensi pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diajarkan.
Menurutnya, tersedianya media ajar yang siap digunakan membuat proses persiapan mengajar menjadi lebih cepat dan efisien.
Materi Bisa Dipelajari Kembali dari Rumah
Pemanfaatan Rumah Pendidikan tidak hanya dilakukan saat proses belajar di kelas.
Guru juga membagikan tautan materi kepada peserta didik sehingga mereka dapat mempelajari kembali materi pembelajaran secara mandiri dari rumah melalui platform digital tersebut.
Yolanda berharap ke depan semakin banyak materi dan mata pelajaran yang tersedia di Rumah Pendidikan agar seluruh guru dapat memanfaatkan platform tersebut secara optimal.
Wamendikdasmen: Bagian dari Program Digitalisasi Pembelajaran
Menanggapi pengalaman para guru, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa masukan dari guru menjadi bagian penting dalam penyempurnaan layanan pendidikan.
Ia menyebut pemanfaatan Rumah Pendidikan merupakan implementasi Program Digitalisasi Pembelajaran yang menjadi salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Atip, teknologi pembelajaran memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
Rumah Pendidikan Raih Penghargaan Internasional
Wamendikdasmen juga mengungkapkan bahwa inovasi Rumah Pendidikan telah memperoleh pengakuan dunia dengan meraih gelar Winner (Juara Pertama) kategori e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan digital Indonesia mendapat apresiasi di tingkat internasional.
Teknologi Tidak Akan Menggantikan Peran Guru
Di akhir kunjungannya, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa kehadiran teknologi bukan untuk menggantikan guru.
Menurutnya, guru tetap memiliki peran utama sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan bagi peserta didik, sementara teknologi hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran.









