BARITO TIMUR – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, resmi membuka Pelatihan BCKS (Bimbingan Calon Kepala Sekolah) yang berlangsung pada 26 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 37 peserta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi calon pemimpin satuan pendidikan.
Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Bupati Barito Timur, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), serta Direktorat KSPSTK Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK Kemendikdasmen).
Bekali Calon Kepala Sekolah dengan Kompetensi Masa Depan
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh penguatan kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan saat ini maupun di masa mendatang.
Materi yang diberikan meliputi:
- Kebijakan penugasan kepala sekolah.
- Pendidikan inklusif.
- Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
- Pembelajaran mendalam (deep learning).
- Pembelajaran koding.
- Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
- Pengembangan Sekolah Model.
Berbagai materi tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas calon kepala sekolah dalam memimpin transformasi pembelajaran di satuan pendidikan.
Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Pelatihan BCKS diharapkan mampu melahirkan kepala sekolah yang adaptif, visioner, dan memiliki kemampuan memimpin perubahan di sekolah.
Selain menguasai aspek manajerial, para peserta juga didorong untuk membangun budaya inovasi, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan bekal tersebut, para calon kepala sekolah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih berkualitas, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Investasi untuk Masa Depan Pendidikan
Penyelenggaraan Pelatihan BCKS menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Melalui penguatan kompetensi kepala sekolah, diharapkan lahir pemimpin pendidikan yang mampu menggerakkan perubahan positif di sekolah, meningkatkan mutu layanan pendidikan, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital menuju Indonesia Emas 2045.









