JAKARTA – Perjuangan meraih pendidikan tinggi kembali menghadirkan kisah inspiratif. Zahira Dewi Kirana Lestari, putri seorang penjual toko kelontong sederhana di Kediri, berhasil mewujudkan impiannya menjadi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi sebagai penyandang disabilitas daksa, Zahira membuktikan bahwa semangat belajar dan kerja keras mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Lolos di Program Studi Sastra Inggris Unesa
Zahira diterima sebagai mahasiswa Program Studi S1 Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.
Sejak masih menempuh pendidikan di MAN 3 Kediri, ia telah memiliki tekad kuat untuk melanjutkan kuliah. Surabaya menjadi kota tujuan karena sejak kecil ia sering menjalani kontrol kesehatan di kota tersebut sehingga merasa lebih akrab dengan lingkungannya.
Hobi Bahasa Inggris Jadi Motivasi
Ketertarikan Zahira pada Program Studi Sastra Inggris berawal dari hobinya menonton film, mendengarkan musik, dan membaca berbagai bacaan berbahasa Inggris.
Dari kegemaran tersebut, tumbuh keinginan untuk mempelajari bahasa sekaligus budaya dari berbagai negara.
Ke depan, Zahira bercita-cita mengikuti program pertukaran mahasiswa (student exchange) agar dapat belajar langsung mengenai bahasa dan budaya di luar negeri.
“Saya ingin belajar bahasa dan budaya lain. Kalau ada kesempatan, ingin mencoba exchange ke luar negeri,” ungkap Zahira.
KIP Kuliah Membuka Jalan Meraih Mimpi
Sebagai penerima KIP Kuliah, Zahira mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Program ini menjadi harapan bagi banyak siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan agar dapat mengenyam bangku kuliah.
Unesa Berikan Pendampingan bagi Mahasiswa KIP Kuliah
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa proses seleksi penerima KIP Kuliah dilakukan secara menyeluruh agar bantuan tepat sasaran.
Selain pembebasan biaya kuliah, Unesa juga memberikan berbagai bentuk pendampingan kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah, antara lain:
- Pendampingan akademik.
- Bantuan perangkat belajar seperti laptop.
- Fasilitas tempat tinggal bagi mahasiswa yang membutuhkan.
- Dukungan agar mahasiswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Kesempatan yang Sama untuk Berprestasi
Menurut Unesa, mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai program pengembangan diri, termasuk pertukaran mahasiswa di dalam maupun luar negeri.
Kampus juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, sehingga keterbatasan ekonomi maupun kondisi disabilitas tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi.
Perjalanan Zahira menjadi bukti bahwa tekad, semangat, dan kerja keras dapat membawa seseorang meraih cita-cita, sekalipun harus menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.









