SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membagikan kisah perjalanan hidupnya kepada ratusan anak dalam sesi Kelas Inspiratif yang menjadi bagian dari rangkaian Puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur, pada 29 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menceritakan perjalanan hidupnya yang berawal dari seorang anak desa di Kudus, Jawa Tengah, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabinet Merah Putih.
Melalui kisah tersebut, ia mengajak anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi, tekun belajar, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
Rahasia Sukses dengan Prinsip 3S
Mengawali pemaparannya, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa perjalanan hidupnya selalu berpegang pada tiga prinsip sederhana yang ia sebut 3S, yaitu:
- Sungguh-sungguh
- Sabar
- Sederhana
Menurutnya, ketiga prinsip tersebut menjadi bekal utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Beberapa kuncinya adalah 3S, yakni sungguh-sungguh, sabar dan sederhana. Insyaallah akan sukses,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa berasal dari lingkungan sederhana bukanlah penghalang untuk memiliki cita-cita yang tinggi.
Berawal dari Buku Bahasa Inggris hingga Meraih Beasiswa Australia
Abdul Mu’ti juga mengenang masa kecilnya ketika mulai tertarik mempelajari bahasa Inggris berkat seorang guru di madrasah ibtidaiyah.
Rasa ingin tahunya semakin besar setelah mengetahui adanya buku English from Radio Australia. Demi mendapatkan buku tersebut, ia memberanikan diri mengirim surat ke Australia.
Usahanya membuahkan hasil. Buku itu kemudian dikirim kepadanya dan menjadi teman belajar setiap hari.
Dari situlah tumbuh impian untuk suatu saat dapat melanjutkan pendidikan di Australia. Mimpi tersebut terus ia rawat dengan rajin belajar, membaca, dan mengasah kemampuan bahasa Inggris sejak sekolah hingga perguruan tinggi.
Ilmu, Doa, dan Percaya Diri sebagai Bekal Meraih Mimpi
Menurut Abdul Mu’ti, mimpi yang besar harus dibangun di atas tiga bekal utama, yaitu:
- Ilmu.
- Doa, terutama doa orang tua.
- Rasa percaya diri.
“Kuncinya yang pertama adalah ilmu. Kemudian yang kedua adalah doa, terutama doa orang tua. Kemudian yang ketiga adalah percaya diri,” tuturnya.
Ia juga mengisahkan bahwa jalan menuju cita-cita tidak selalu mulus. Pernah gagal memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke Inggris, namun kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.
Ia memilih terus mengajar, belajar, dan meningkatkan kemampuan hingga akhirnya berhasil memperoleh beasiswa Pemerintah Australia untuk melanjutkan pendidikan magister.
Aktif Berorganisasi hingga Tingkat Internasional
Selain fokus pada pendidikan, Abdul Mu’ti juga aktif dalam berbagai organisasi sejak masa sekolah hingga perguruan tinggi.
Saat menempuh pendidikan di Australia, ia dipercaya menjadi President Islamic Association of South Australia.
Pengalaman tersebut memperluas wawasan sekaligus membangun kepercayaan dirinya untuk berkiprah di tingkat internasional.
Setiap Anak Indonesia Berhak Bermimpi Besar
Di hadapan para peserta, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, tanpa memandang latar belakang.
Ia mengajak anak-anak untuk terus belajar, berani menghadapi kegagalan, dan tidak pernah berhenti bermimpi.
“Bercita-citalah dan bermimpilah. Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia seperti lirik dalam lagu ‘Laskar Pelangi’. Saya yakin kalian semua akan bisa lebih hebat dari Pak Menteri. Kalianlah pemimpin Indonesia masa depan, bahkan bisa menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun-tahun yang akan datang,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah.
Pesan Hari Anak Nasional 2026
Kisah inspiratif yang disampaikan Abdul Mu’ti menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Melalui pengalaman hidupnya, ia menunjukkan bahwa mimpi besar dapat lahir dari mana saja. Dengan kesungguhan, kesabaran, kesederhanaan, ilmu, doa, dan rasa percaya diri, setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi dan memberikan kontribusi bagi bangsa.









