TANGERANG SELATAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan karakter melalui internalisasi pendidikan antikorupsi dan implementasi budaya sekolah yang aman dan nyaman. Upaya ini dilakukan sebagai strategi membentuk pendidik, peserta didik, dan seluruh warga sekolah yang berintegritas, jujur, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai moral dan etika.
Program tersebut diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen dalam kegiatan Internalisasi Pendidikan Antikorupsi dan Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Tangerang Selatan, Banten.
Pendidikan Berperan Membentuk Karakter Bangsa
Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada pada momentum penting menuju negara maju yang berdaya saing dan berkeadilan.
Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan melalui sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan moral yang kokoh.
“Sektor pendidikan memiliki peran strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, keberanian, kesederhanaan, serta sikap saling menghargai kepada para generasi bangsa,” ujar Masmidah Abdul Mu’ti.
Keluarga Menjadi Sekolah Pertama Antikorupsi
Masmidah menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar mengenai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai moral.
Ia menilai peran perempuan, khususnya ibu, sangat strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Ketika orang tua membiasakan hidup jujur, sederhana, disiplin, dan berintegritas, mereka sesungguhnya sedang membangun fondasi bangsa yang bebas dari praktik korupsi.
Karena itu, Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat budaya integritas, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sekolah Aman dan Nyaman Melahirkan Karakter Positif
Selain keluarga, sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik.
Masmidah menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi harus berjalan seiring dengan terciptanya budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Menurutnya, lingkungan belajar yang kondusif akan melahirkan peserta didik yang:
- Percaya diri.
- Berani menyampaikan pendapat.
- Menghargai keberagaman.
- Memiliki karakter positif.
- Menjunjung tinggi nilai integritas.
“Sekolah yang aman dan nyaman akan melahirkan murid yang percaya diri, berani, menghargai keberagaman, serta mampu mengembangkan karakter positif. Dari lingkungan pendidikan, nilai-nilai antikorupsi akan tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sehari-hari,” paparnya.
Kemendikdasmen Perkuat Budaya Integritas di Sekolah
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman seluruh warga sekolah mengenai pentingnya integritas sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan integritas peserta didik.
“Penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kepedulian menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan korupsi. Penguatan budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini melalui pendidikan karakter yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujar Faisal.
Sinergi Seluruh Ekosistem Pendidikan
Faisal menambahkan bahwa keberhasilan menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan berintegritas memerlukan kolaborasi dari seluruh ekosistem pendidikan.
Sinergi tersebut melibatkan:
- Keluarga.
- Sekolah.
- Pemerintah daerah.
- Organisasi masyarakat.
- Media massa.
- Masyarakat luas.
Dengan kolaborasi tersebut, satuan pendidikan diharapkan mampu menjadi ruang yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik sekaligus melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Semoga seluruh warga sekolah semakin memahami pentingnya nilai-nilai integritas serta mampu mengimplementasikan budaya sekolah yang aman dan nyaman secara berkelanjutan,” pungkas Faisal.
Libatkan KPK dan Pakar Pendidikan Karakter
Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida, dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta secara daring dan 150 peserta luring yang terdiri atas kepala sekolah, guru di Kota Tangerang Selatan, pengurus DWP Kemendikdasmen, serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Untuk memperkaya perspektif peserta, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, antara lain:
- Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
- Pusat Penguatan Karakter.
- Psikolog yang membahas strategi penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap pendidikan antikorupsi dan budaya sekolah yang aman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan, sehingga mampu melahirkan generasi Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.









