ideo seorang guru SMPN 6 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang sigap mengatur lalu lintas di depan sekolah viral di media sosial. Banyak yang memuji aksinya saat membantu mengurai kemacetan akibat sebuah mobil mogok.
Namun, di balik video tersebut, tersimpan fakta yang mungkin belum banyak diketahui.
Kepala SMPN 6 Purwodadi menjelaskan bahwa kegiatan itu bukan dilakukan oleh satu orang guru saja. Setiap pagi, seluruh guru menjalankan piket bergilir untuk membantu mengatur lalu lintas di depan sekolah sebagai bagian dari program pendidikan karakter S5 (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Sebanyak 57 guru bergantian menjalankan tugas tersebut demi memastikan siswa dapat tiba di sekolah dengan aman.
Guru yang viral, Ike Meilani, mengaku hanya menjalankan tanggung jawabnya. Bahkan saat melihat kendaraan yang mogok, ia bergerak spontan membantu karena pernah memiliki pengalaman sebagai anggota Patroli Keselamatan Sekolah (PKS) saat SMA.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa peran guru sering kali melampaui aktivitas mengajar di ruang kelas. Mereka hadir menyambut siswa di gerbang, memastikan keselamatan saat datang ke sekolah, hingga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Dedikasi seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi rasa aman dan kedisiplinan peserta didik.









