Wonogiri – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Wonogiri masih menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mencatat sebanyak 524 gedung Sekolah Dasar (SD) dan 39 gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kerusakan tersebut mencakup kategori ringan, sedang, hingga berat. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat seluruh bangunan yang membutuhkan rehabilitasi belum dapat diperbaiki secara bersamaan.
Pemkab Wonogiri mengakui bahwa kebutuhan rehabilitasi sekolah jauh lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran yang tersedia saat ini. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mencari berbagai sumber pendanaan agar proses perbaikan dapat dilakukan secara bertahap.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Wonogiri.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah memprioritaskan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman serta mengurangi risiko yang dapat membahayakan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Perbaikan infrastruktur pendidikan dinilai menjadi kebutuhan mendesak karena ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas proses pembelajaran.
Pemkab Wonogiri berharap dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program pendanaan dapat mempercepat rehabilitasi sekolah, sehingga seluruh peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih baik dan kondusif.









