Jakarta – Kegiatan belajar di SDN Cengkareng Barat 13, Jakarta Barat, tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui program urban farming, lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka yang mengenalkan siswa pada pertanian perkotaan, ketahanan pangan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan panen raya, para siswa mendapatkan pengalaman langsung dengan memetik hasil tanaman yang telah dirawat bersama. Selain tanaman seperti labu madu, melon, sawi, kale, dan cabai, sekolah juga memiliki kolam budidaya ikan lele dan nila.
Belajar dari Kebun dan Kolam
Urban farming memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami proses menghasilkan pangan secara langsung. Mereka dapat mengikuti tahapan mulai dari menanam, merawat, hingga memanen hasilnya.
Kegiatan tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Siswa tidak hanya mengetahui proses pertumbuhan tanaman melalui teori, tetapi juga melihat dan terlibat langsung dalam perawatan kebun serta kolam ikan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak harus menjadi hambatan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang produktif dan edukatif.
Ajarkan Peduli Lingkungan Sejak Dini
Selain urban farming, kegiatan di sekolah juga dikaitkan dengan pembiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah. Siswa diperkenalkan pada pengelolaan lingkungan sehingga pembelajaran tentang pertanian berjalan beriringan dengan pembentukan kebiasaan hidup bersih.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Merawat tanaman, menjaga kebersihan, memilah sampah, serta memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi pengalaman yang dapat membangun rasa tanggung jawab.
Jadi Contoh Sekolah Ramah Lingkungan
Pemanfaatan lahan di SDN Cengkareng Barat 13 juga dinilai dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain. Sekolah dapat menyesuaikan konsep urban farming dengan luas lahan dan kondisi lingkungan masing-masing.
Dengan menjadikan kebun dan kolam sebagai bagian dari proses pembelajaran, sekolah menciptakan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman. Dari aktivitas sederhana tersebut, diharapkan tumbuh kepedulian terhadap lingkungan, pemahaman tentang pangan, serta kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.








