Jakarta – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mendorong mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan sebagai bekal menciptakan inovasi.
Pesan tersebut disampaikan Ibas saat menghadiri audiensi kebangsaan bersama mahasiswa penerima KIP-K di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, pada 9 April 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mimpi Besar, Aksi Nyata, Kepemimpinan Hebat: Generasi Muda Menuju Indonesia Maju.”
KIP Kuliah Dipandang sebagai Investasi Pendidikan
Dalam pertemuan tersebut, Ibas mengingatkan mahasiswa agar menggunakan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan untuk belajar, beradaptasi, dan mengembangkan prestasi.
Menurutnya, dukungan melalui KIP-K dan berbagai program beasiswa bukan hanya bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga bagian dari investasi untuk menyiapkan sumber daya manusia masa depan.
Ia juga meminta mahasiswa tidak minder dengan kondisi atau keterbatasan yang dimiliki. Mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan membuktikan bahwa mereka dapat memberikan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Dorong Inovasi di Sektor Energi, Pangan, dan Teknologi
Ibas secara khusus menyoroti sektor yang dinilai memiliki tantangan dan kebutuhan inovasi, seperti energi, pangan, dan teknologi.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan ilmu pengetahuan, kreativitas, serta kemampuan teknologi untuk menghasilkan gagasan yang dapat menjawab persoalan masyarakat. Dalam bidang energi, misalnya, mahasiswa didorong memikirkan solusi terkait energi bersih. Di sektor pangan, inovasi dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan.
Dorongan tersebut juga berkaitan dengan pentingnya mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan membangun kolaborasi. Mahasiswa bidang energi, pertanian, komunikasi, teknologi, dan disiplin lainnya dapat saling melengkapi dalam mengembangkan solusi.
Mahasiswa Diminta Berani Bermimpi dan Berproses
Selain inovasi, Ibas menekankan pentingnya kerja keras dan ketekunan. Menurutnya, cita-cita besar perlu diikuti kedisiplinan serta keberanian menghadapi kegagalan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk terus membangun jejaring dengan sesama penerima KIP-K maupun mahasiswa dari perguruan tinggi dan daerah berbeda. Kolaborasi tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan gagasan sekaligus memperluas pengalaman.
Dorong Kontribusi Setelah Lulus
Ibas juga mengajak mahasiswa penerima KIP-K untuk tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asal masing-masing.
KIP Kuliah sendiri merupakan bantuan biaya pendidikan pemerintah bagi lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi mengalami keterbatasan ekonomi. Pada 2026, program tersebut mencakup pembebasan biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi serta bantuan biaya hidup sebesar Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan, sesuai ketentuan program.
Dengan dukungan tersebut, mahasiswa penerima KIP-K tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mengembangkan kompetensi yang dapat digunakan untuk menciptakan inovasi dan berkontribusi di berbagai sektor.










