Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam manusia, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi satwa liar dan habitatnya. Ketika kebakaran meluas, satwa akan berusaha mencari wilayah yang lebih aman dengan mengandalkan insting bertahan hidup.
Pakar konservasi dan peneliti senior BRIN, Prof. Gono Semiadi, mengatakan hewan memiliki kemampuan alami untuk mendeteksi bahaya dan berusaha menyelamatkan diri ketika kebakaran mulai terjadi. Namun, kemampuan tersebut tidak selalu cukup ketika api meluas secara masif.
Satwa Bisa Kebingungan Mencari Jalan Keluar
Gono menjelaskan, kemampuan satwa menghadapi kebakaran berbeda-beda tergantung jenis dan ukuran tubuhnya. Satwa dengan wilayah jelajah (home range) yang kecil dapat menghadapi kesulitan lebih besar ketika habitatnya terbakar.
Ketika api menyebar dari berbagai arah, satwa bisa kehilangan jalur untuk melarikan diri. Kondisi tersebut membuat sebagian satwa terjebak di habitatnya dan berisiko mengalami kematian.
Orangutan Paling Rentan
Pakar konservasi dan ilmuwan biologi Prof. Jatna Supriatna menyebut karhutla sebagai salah satu ancaman besar terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk orangutan di Kalimantan.
Orangutan sangat bergantung pada pepohonan dan kanopi hutan untuk bergerak. Perpindahan dari satu pohon ke pohon lainnya membutuhkan keterhubungan antarkanopi.
Jika keterhubungan tersebut terputus akibat kebakaran atau kerusakan hutan, habitat orangutan dapat hilang meskipun masih terdapat banyak pohon di kawasan tersebut.
Satwa Bisa Menyeberang ke Malaysia
Karhutla yang terjadi di Kalimantan juga menimbulkan kemungkinan perpindahan satwa ke wilayah lain, termasuk Malaysia.
Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, menjelaskan bahwa satwa tidak mengenal batas administratif antarnegara. Pergerakan mereka dipengaruhi kondisi bentang alam, jalur jelajah, serta ketersediaan tempat berlindung dan makanan.
Selama habitat masih terhubung dan wilayah di sekitarnya lebih aman, satwa dapat berpindah ke kawasan lain. Karena itu, ada kemungkinan satwa dari Kalimantan memasuki wilayah Malaysia ketika berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran.
Karhutla Ancam Keanekaragaman Hayati
Dampak karhutla terhadap satwa tidak berhenti ketika api padam. Hilangnya vegetasi dan terputusnya konektivitas habitat dapat membuat satwa kehilangan sumber makanan, tempat berlindung, serta jalur pergerakan.
Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan habitat, pencegahan kebakaran, serta pemulihan ekosistem menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan satwa liar dan keanekaragaman hayati Indonesia.









