Sragen – Atap salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ambruk pada Senin (24/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi hanya dua hari sebelum bangunan sekolah yang bersangkutan dijadwalkan menjalani rehabilitasi.
Beruntung, tidak ada siswa maupun warga sekolah yang berada di lokasi saat atap ambruk, sehingga peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Ambruk Menjelang Rehabilitasi
Bangunan sekolah tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana perbaikan karena kondisi bangunannya membutuhkan rehabilitasi.
Namun, sebelum pekerjaan perbaikan dimulai, bagian atap justru lebih dahulu ambruk. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi sangat dekat dengan jadwal pelaksanaan rehabilitasi yang direncanakan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanganan segera terhadap bangunan sekolah yang telah diketahui mengalami kerusakan, terutama yang digunakan setiap hari oleh siswa dan guru.
Tidak Ada Korban
Saat kejadian, tidak ada siswa yang berada di lokasi sehingga keselamatan peserta didik tetap terjaga.
Meski demikian, ambruknya atap menyebabkan bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan dan perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pihak terkait perlu memastikan kondisi seluruh bagian bangunan sebelum digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga sekolah harus menjadi prioritas dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan.
Bangunan yang mengalami kerusakan perlu diperiksa secara berkala, terutama ketika terdapat tanda-tanda kerusakan pada struktur maupun atap. Penanganan juga perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah kejadian yang dapat membahayakan siswa dan guru.
Dengan adanya rencana rehabilitasi, kondisi sekolah diharapkan segera diperbaiki sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang aman dan layak.









