Jakarta – Jauh sebelum perubahan iklim menjadi perhatian dunia, seorang ilmuwan perempuan bernama Eunice Newton Foote telah melakukan eksperimen yang menjadi salah satu tonggak awal pemahaman tentang efek gas rumah kaca.
Pada 1856, Foote melakukan percobaan menggunakan tabung kaca dan termometer untuk melihat bagaimana berbagai jenis gas merespons panas Matahari. Dalam eksperimennya, ia menemukan bahwa karbon dioksida (CO₂) dapat membuat suhu meningkat lebih tinggi dan mempertahankan panas lebih lama dibandingkan kondisi lainnya.
Eksperimen Sederhana yang Bersejarah
Foote menggunakan beberapa tabung kaca yang ditempatkan di bawah sinar Matahari. Ia membandingkan kondisi udara kering, udara lembap, serta gas karbon dioksida.
Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan pemanasan. Tabung yang berisi karbon dioksida mengalami pemanasan lebih besar dan tetap panas lebih lama.
Temuan tersebut kemudian dituangkan dalam makalah berjudul “Circumstances Affecting the Heat of Sun’s Rays”. Makalah itu dipresentasikan dalam pertemuan American Association for the Advancement of Science (AAAS) pada 1856 oleh Joseph Henry, sekretaris pertama Smithsonian Institution.
Kontribusinya Sempat Terlupakan
Meski menjadi salah satu orang pertama yang menghubungkan peningkatan CO₂ dengan pemanasan atmosfer, kontribusi Foote sempat lama tidak mendapatkan perhatian.
Tiga tahun setelah penelitian Foote dipresentasikan, fisikawan Irlandia John Tyndall menerbitkan penelitian yang menghasilkan kesimpulan serupa mengenai kemampuan gas tertentu menyerap panas. Penelitian Tyndall kemudian lebih dikenal dalam sejarah ilmu iklim, sementara karya Foote kurang mendapat pengakuan selama lebih dari satu abad.
Smithsonian menyebut Foote sebagai ilmuwan yang pada 1856 menjadi orang pertama yang mengemukakan bahwa peningkatan konsentrasi CO₂ dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan pemanasan atmosfer.
Bukan Hanya Ilmuwan, Foote Juga Aktivis Perempuan
Eunice Foote tidak hanya memiliki ketertarikan pada sains. Ia juga aktif memperjuangkan hak-hak perempuan.
Pada 1848, Foote menjadi salah satu penandatangan Declaration of Sentiments dalam Konvensi Seneca Falls, yang memperjuangkan kesetaraan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. Ia juga membangun laboratorium sederhana di rumahnya dan melakukan berbagai eksperimen sebagai ilmuwan amatir.
Kisah Foote menunjukkan bahwa penelitian ilmiah tidak selalu dimulai dari laboratorium besar dan teknologi canggih. Eksperimen sederhana yang dilakukan dengan ketelitian dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Penelitiannya mengenai CO₂ juga menjadi salah satu pijakan awal dalam memahami bagaimana gas rumah kaca memengaruhi suhu Bumi. Saat ini, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan uap air berperan dalam menahan panas di atmosfer









