Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Indonesia di kancah internasional. Ragnar Azhar Saddiq Lasabuda, siswa sekolah dasar asal Indonesia yang kini bersekolah di Shenzhen, China, berhasil meraih medali emas Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung di Hong Kong pada 21–24 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 1.100 peserta dari 18 negara, mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah.
Ragnar yang mengikuti kategori setingkat kelas 2 SD tidak hanya membawa pulang medali emas. Ia juga meraih dua penghargaan khusus, yakni Leibniz Prize setelah memperoleh nilai sempurna pada bidang aritmetika dan Euler Prize karena mendapatkan nilai sempurna dalam teori bilangan.
Sempat Mengalami Gangguan Kesehatan
Perjalanan Ragnar menuju babak final tidak mudah. Saat mengikuti babak penyisihan, kondisi kesehatannya sempat terganggu sehingga harus menjalani pemeriksaan di instalasi gawat darurat.
Meski demikian, Ragnar tetap berkeinginan mengikuti kompetisi. Ia akhirnya diperbolehkan mengikuti babak Heat Round secara daring sembari menjalani pemeriksaan kesehatan.
Hasilnya, Ragnar berhasil memperoleh medali perunggu pada babak penyisihan yang kemudian mengantarkannya ke babak final di Hong Kong. Di babak final, perjuangannya berbuah medali emas.
Kini Bersekolah di China
Prestasi tersebut diraih Ragnar ketika dirinya tengah beradaptasi dengan kehidupan sekolah di China. Sejak 2025, ia pindah dari Indonesia dan bersekolah di Shenzhen School Affiliated to Sun Yat-Sen University, Shenzhen, China.
Ragnar mengaku menikmati kehidupannya di Shenzhen. Salah satu hal yang menurutnya menyenangkan adalah jarak rumah ke sekolah yang cukup dekat sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Ia juga menemukan sejumlah aktivitas menarik di lingkungan tempat tinggalnya, seperti bersepeda dan mengunjungi museum.
Lebih Banyak PR di Sekolah China
Ragnar juga menceritakan perbedaan pengalaman belajar antara Indonesia dan China. Menurutnya, sekolah di China memberikan lebih banyak pekerjaan rumah (PR).
Ia juga melihat adanya perbedaan dalam penggunaan seragam. Di sekolahnya di China, terdapat satu jenis seragam yang juga dapat digunakan untuk kegiatan olahraga.
Mulai September 2026, Ragnar akan memasuki kelas 3 SD di China. Perjalanannya menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat terus berkembang meski seorang anak harus beradaptasi dengan lingkungan pendidikan dan budaya yang berbeda.









