Surabaya – Kesenjangan sosial dinilai masih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi Indonesia. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pendapatan, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) dalam pemberitaan Kompas.com pada 25 Agustus 2026. Kesenjangan yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius melalui kebijakan yang mampu memberikan kesempatan lebih merata.
Kesenjangan Tidak Hanya soal Ekonomi
Kesenjangan sosial dapat terlihat dari perbedaan kesempatan yang dimiliki masyarakat. Kelompok masyarakat dengan sumber daya lebih besar umumnya memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, pekerjaan, maupun fasilitas lainnya.
Sebaliknya, masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi lebih terbatas dapat menghadapi hambatan untuk memperoleh kesempatan yang sama.
Karena itu, persoalan kesenjangan sosial perlu dilihat secara lebih luas. Pemerataan pembangunan dan peningkatan akses terhadap layanan dasar menjadi bagian penting dalam mengurangi kesenjangan.
Pendidikan Jadi Salah Satu Kunci
Pendidikan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan mobilitas sosial. Akses pendidikan yang berkualitas dapat membantu seseorang meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Namun, kesenjangan kualitas dan akses pendidikan masih menjadi tantangan. Perbedaan fasilitas, kualitas pembelajaran, serta kesempatan melanjutkan pendidikan dapat memengaruhi masa depan peserta didik.
Upaya mengurangi kesenjangan karena itu tidak cukup hanya dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerataan kesempatan bagi masyarakat juga perlu menjadi perhatian.
Perlu Kolaborasi dan Kebijakan Berkelanjutan
Persoalan kesenjangan sosial merupakan masalah kompleks yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu bekerja sama menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.
Pemerataan akses pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, serta perlindungan sosial menjadi sejumlah aspek yang dapat membantu memperkecil jarak kesejahteraan antarkelompok masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan Indonesia tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa merata manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.









