Nagekeo, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hadir di tengah masyarakat terdampak gempa Flores untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan sekaligus memberikan dukungan kepada murid dan guru yang sedang menjalani masa pemulihan.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama rombongan Kemendikdasmen mengunjungi Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 24 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana yang masih menyisakan duka setelah gempa mengguncang Flores pada pekan sebelumnya. Warga sekolah masih berupaya memulihkan diri dan kembali menjalani aktivitas setelah menghadapi bencana.
Senyum Kembali Hadir di Tengah Duka
Kehadiran Mendikdasmen dan rombongan memberikan suasana berbeda bagi para murid. Sejenak, kesedihan akibat bencana berganti dengan senyum, tawa, dan keceriaan anak-anak.
Para murid bernyanyi dan berinteraksi bersama. Beberapa di antaranya juga menuliskan harapan agar dapat segera kembali ke sekolah dan belajar seperti sediakala.
Harapan sederhana tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya sekolah bagi kehidupan anak-anak, terutama setelah mereka mengalami situasi penuh tekanan akibat bencana.
Guru Berbagi Cerita tentang Gempa
Dalam kunjungan tersebut, para guru juga berbagi pengalaman mengenai kondisi yang mereka alami ketika gempa terjadi.
Cerita para pendidik menggambarkan bagaimana bencana tidak hanya berdampak pada bangunan dan fasilitas sekolah, tetapi juga meninggalkan pengalaman emosional bagi guru dan murid.
Karena itu, pemulihan pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan keselamatan, kondisi psikologis, serta keberlanjutan proses pembelajaran.
Pendidikan Harus Tetap Berjalan
Kehadiran Kemendikdasmen di Nagekeo dan Ngada menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Pemulihan sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak. Lebih dari itu, sekolah perlu kembali menjadi ruang yang aman bagi murid untuk belajar, bermain, berinteraksi, dan membangun kembali rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.
Semangat para murid yang tetap bernyanyi, tertawa, dan menuliskan harapan menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat menjadi sumber harapan di tengah situasi sulit.




