Gunungkidul – Warga Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengubah sampah organik rumah tangga menjadi sumber daya bernilai ekonomi melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Program yang dijalankan Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem tersebut membuat masyarakat mulai melihat sampah organik bukan sekadar limbah, melainkan bahan yang dapat diolah menjadi pakan ternak dan pupuk.
Kelola 561 Kilogram Sampah per Bulan
Rumah maggot di Karangasem saat ini mampu mengolah rata-rata 561 kilogram sampah organik setiap bulan. Sampah tersebut berasal dari sekitar 60 rumah tangga dan dua pelaku usaha angkringan.
Pengolahan menggunakan maggot juga membantu mengurangi volume sampah yang berpotensi menimbulkan bau dan pencemaran hingga 40–60 persen. Program ini sekaligus mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari sumbernya.
Maggot Jadi Pakan, Sisa Pengolahan Jadi Pupuk
Budidaya tersebut menghasilkan rata-rata 50 kilogram maggot segar per bulan. Maggot kemudian dimanfaatkan sebagai pakan untuk berbagai hewan ternak.
Dalam setahun, sekitar 547,5 kilogram maggot digunakan sebagai pakan lele dan 730 kilogram untuk ayam. Sementara sisa pengolahan maggot atau kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Selain itu, program tersebut menghasilkan sekitar 420 kilogram bekas maggot per tahun dan 540 liter pupuk organik cair (POC) per tahun.
Sampah Jadi Sumber Penghasilan
Manfaat program tidak berhenti pada pengurangan sampah. Budidaya maggot juga mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi lain, seperti peternakan ayam, budidaya lele, dan pertanian.
Penjualan lele dan telur ayam rata-rata menghasilkan sekitar Rp1,5 juta per bulan, sedangkan penjualan sayuran mencapai sekitar Rp500 ribu per bulan. Kasgot dan pupuk organik cair juga memberikan pendapatan sekitar Rp4,5 juta per tahun.
Penggunaan maggot sebagai pakan ternak turut menghemat biaya pembelian pakan hingga sekitar Rp10,08 juta per tahun.
Dorong Ekonomi Sirkular di Desa
Program Maggot Black Soldier Fly tersebut merupakan hasil kolaborasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg).
Program ini melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus membangun ekosistem ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, maggot menjadi pakan ternak, sementara hasil sampingannya kembali dimanfaatkan sebagai pupuk.
Kisah warga Karangasem menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak selalu berakhir sebagai masalah lingkungan. Sampah bahkan bisa menjadi sumber pangan, pupuk, penghematan, sekaligus penghasilan bagi masyarakat.









