Gorontalo – KGTK Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBN Provinsi Gorontalo Angkatan 3 Tahun 2026 di Hotel Grand Q Gorontalo. Kegiatan berlangsung selama 10 hari, 22–31 Agustus 2026, dan diikuti oleh 50 peserta.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan serta mampu mendorong peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan.
Peserta Ikuti Pembelajaran Bertahap
Sebelum mengikuti pelatihan tatap muka, para peserta telah menyelesaikan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) selama tujuh hari.
Tahapan tersebut menjadi bekal awal sebelum peserta mengikuti pembelajaran intensif selama 10 hari. Dalam pelatihan, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam kompetensi kepemimpinan melalui berbagai aktivitas pembelajaran.
Pendekatan yang digunakan meliputi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga didorong untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merefleksikan tantangan kepemimpinan di sekolah.
Dibuka Kepala KGTK Gorontalo
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala KGTK Gorontalo, Hamzah Hippy.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan penguatan kebijakan dari Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (Dit. KSPSTK) serta pemerintah daerah.
Penguatan kebijakan tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai arah kebijakan dan peran strategis kepala sekolah dalam mengelola serta mengembangkan satuan pendidikan.
Siapkan Pemimpin Sekolah yang Berintegritas
Pelatihan BCKS tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan manajerial calon kepala sekolah. Peserta juga dipersiapkan agar memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Melalui proses pembelajaran yang aktif dan reflektif, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan di sekolah, menyusun strategi penyelesaian, serta menggerakkan warga sekolah untuk melakukan perubahan positif.
Pada akhirnya, program ini diharapkan melahirkan calon pemimpin sekolah yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu mendorong peningkatan mutu pembelajaran di Provinsi Gorontalo.









